Mengenal 8020 yang Jadi Kunci Lansia Tetap Sehat dan Produktif!

  • 20 Mei 2026 11:13 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Pentingnya menjaga kesehatan gigi melalui konsep “8020” tengah menjadi istilah yang belakangan diperbincangkan. Dengan deminian Program Indonesia Sehat Pro 1 RRI Madiun membahasnya bersama drg. Wahyu Alvin Fauziyah dari PDGI Madiun. Dimana istilah angka tersebut memiliki makna minimal 20 gigi asli yang masih berfungsi baik di usia 80 tahun.

drg. Wahyu menjelaskan bahwa istilah 8020 berasal dari Jepang sejak tahun 1989 sebagai kampanye kesehatan mulut masyarakat. Konsep tersebut kini mulai dikenalkan di Indonesia sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat hingga usia lanjut.

Menurutnya, kesehatan gigi bukan hanya berkaitan dengan penampilan, tetapi juga memengaruhi fungsi mengunyah, berbicara, hingga kesehatan pencernaan. Karena itu, menjaga kesehatan rongga mulut perlu dilakukan sejak dini. Ia menyebut jumlah gigi normal pada orang dewasa berkisar 28 hingga 32 gigi. Selain jumlah gigi, kondisi gusi dan fungsi rongga mulut juga menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas hidup seseorang.

“Kalau gigi kita sehat, otomatis fungsi fisiologis tubuh kita akan berfungsi dengan maksimal,” ujar drg. Wahyu saat siaran berlangsung. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menjelaskan sejumlah penyakit gigi yang sering terjadi di masyarakat, seperti karies, karang gigi, resesi gusi, hingga kehilangan gigi akibat pencabutan. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan makan dan berbicara apabila tidak ditangani dengan baik.

Karang gigi terbentuk dari sisa makanan yang mengeras akibat kebersihan mulut yang kurang maksimal. Ia mengingatkan bahwa karang gigi tidak bisa dibersihkan hanya dengan menyikat gigi biasa, tetapi perlu tindakan scaling oleh dokter gigi.

Selain itu, kehilangan gigi juga dapat menyebabkan perubahan posisi gigi lainnya. Gigi yang kosong tanpa pengganti dapat memicu gigi lain bergeser hingga menyebabkan gangguan pengunyahan.

drg. Wahyu menegaskan bahwa masyarakat sebaiknya rutin memeriksakan kesehatan gigi setiap enam bulan sekali. Pemeriksaan rutin dinilai lebih efektif untuk mencegah kerusakan gigi yang lebih parah.

“Segalanya itu lebih ke arah pencegahan daripada pengobatan. Sakit tidak sakit kalau bisa kontrol ke dokter gigi enam bulan sekali,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan program pemeriksaan kesehatan gigi gratis melalui fasilitas kesehatan dan BPJS. Dengan menjaga kesehatan gigi sejak dini, kualitas hidup di usia lanjut diharapkan tetap terjaga dengan baik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....