Bekam Tak Lagi Menakutkan, Alternatif Terapi yang Diminati Masyarakat

  • 07 Mei 2026 15:21 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Terapi bekam yang selama ini kerap dianggap menakutkan, kini mulai mendapat tempat di tengah masyarakat sebagai salah satu metode pengobatan alternatif yang efektif dan aman. Edukasi yang terus dilakukan oleh para praktisi menjadi kunci dalam menghilangkan stigma negatif tersebut.

Praktisi bekam asal Madiun, Sukarlin, menegaskan bahwa bekam merupakan terapi tradisional yang telah lama dikenal dan bahkan dianjurkan dalam pengobatan Islam. Metode ini menggunakan alat khusus berupa kop untuk menyedot permukaan kulit, dengan tujuan melancarkan peredaran darah serta membantu mengeluarkan racun dalam tubuh.

“Banyak yang takut karena membayangkan sakit atau berdarah. Padahal sebenarnya tidak seseram itu. Justru setelah bekam, tubuh terasa lebih ringan dan segar,” jelas Sukarlin dalam sebuah sesi ngobrol di acara Muda Kreatif Pro 2, kemarin.

Menurutnya, bekam terbagi menjadi dua metode utama, yaitu bekam kering dan bekam basah. Bekam kering dilakukan tanpa mengeluarkan darah, biasanya untuk anak-anak atau keluhan ringan seperti masuk angin.

Sementara bekam basah melibatkan sayatan kecil untuk mengeluarkan darah kotor, yang umum dilakukan pada orang dewasa. Manfaat bekam pun disebut cukup beragam, mulai dari mengatasi migrain, pegal-pegal, rematik, hingga membantu mengurangi kadar kolesterol dan asam urat.

"Bahkan, dalam beberapa kasus, terapi ini juga membantu penderita vertigo dan gangguan peredaran darah," tambahnya.

Meski demikian, Sukarlin mengingatkan bahwa bekam bukan satu-satunya solusi kesehatan. Pola hidup sehat tetap menjadi faktor utama.

“Pola makan, pola pikir, dan pola kerja itu sangat berpengaruh. Bekam hanya membantu, tapi gaya hidup sehat tetap yang utama,” tegasnya.

Dengan semakin terbukanya masyarakat terhadap pengobatan alternatif, bekam perlahan keluar dari stigma “menakutkan” menjadi terapi yang dipercaya. Edukasi yang tepat serta praktik yang aman menjadi kunci agar terapi ini tidak hanya diminati, tetapi juga benar-benar memberi manfaat nyata bagi kesehatan masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....