Peran Orang Tua Penting dalam Membangun Kesehatan Mental Anak

  • 02 Mei 2026 10:37 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Kesehatan mental anak tidak hanya ditentukan oleh pemenuhan kebutuhan materi, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh aspek psikologis dalam pola asuh keluarga. Hal ini disampaikan oleh dosen Bimbingan dan Konseling UKWMS Madiun, Bernadus Widodo, S.Pd., M.Pd., dalam keterangannya mengenai pentingnya pendekatan humanistik dalam parenting saat menjadi narasumber program acara PUG dan Inklusi Pro 1 RRI Madiun Senin, 27 April 2026.

Menurut Bernadus Widodo, untuk mencapai aktualisasi diri atau self-actualization, anak membutuhkan lebih dari sekadar pemenuhan kebutuhan fisik. Dukungan emosional seperti kenyamanan, perhatian, serta penguatan positif menjadi faktor penting dalam perkembangan psikologis anak.

Ia mengutip pemikiran tokoh psikologi humanistik, Carl Rogers, yang menyebutkan bahwa terdapat tiga kondisi utama yang harus dipenuhi dalam lingkungan keluarga agar anak dapat tumbuh secara sehat secara mental.

“Tiga kondisi ini sangat penting dalam proses parenting agar anak merasa nyaman, diterima, dan tidak tertekan,” jelasnya.

Ketiga kondisi tersebut meliputi unconditional positive regard atau penerimaan tanpa syarat, empati, serta congruence atau ketulusan. Penerimaan tanpa syarat menjadi fondasi utama, di mana anak merasa dicintai apa adanya tanpa bergantung pada prestasi atau pencapaiannya.

Sebagai contoh, Widodo menjelaskan bahwa respon orang tua terhadap nilai akademik anak sangat berpengaruh. Mengungkapkan kekecewaan secara langsung saat anak mendapat nilai rendah justru dapat berdampak negatif pada kondisi psikologisnya.

“Anak bisa merasa tidak dihargai dan cenderung tumbuh dengan kebutuhan untuk selalu menyenangkan orang lain,” ujarnya.

Sebaliknya, pendekatan yang lebih positif adalah dengan tetap menunjukkan kasih sayang sekaligus memberikan dukungan untuk memperbaiki keadaan. Misalnya dengan mengatakan bahwa nilai tersebut memang belum baik, namun anak tetap dicintai dan akan dibantu untuk mencapai hasil yang lebih baik.

Pendekatan ini dinilai mampu menciptakan rasa aman secara emosional pada anak, sehingga dapat mencegah munculnya kecemasan berlebih dan mendukung perkembangan mental yang lebih stabil.

Widodo menegaskan bahwa sikap dan respon orang tua memiliki peran besar dalam membentuk kenyamanan dan kepercayaan diri anak. Oleh karena itu, kehati-hatian dalam berkomunikasi menjadi kunci penting dalam proses pengasuhan.

Dengan menerapkan pola asuh yang mengedepankan penerimaan, empati, dan ketulusan, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi individu yang sehat secara mental dan mampu mengaktualisasikan dirinya secara optimal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....