PMI Magetan Tegaskan Komitmen Layanan Kemanusiaan, Stok Darah Dipastikan Stabil

  • 15 Apr 2026 17:07 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Magetan - PMI Kabupaten Magetan kembali menegaskan peran strategisnya dalam layanan kemanusiaan melalui kegiatan Gathering dan Halalbihalal bersama relawan serta mitra kerja. Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi sekaligus penguatan jejaring kerja di bidang sosial kemanusiaan.

Ketua PMI Kabupaten Magetan, Bambang Trianto, menyebut bahwa seluruh capaian lembaga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak yang selama ini terlibat aktif, mulai dari relawan hingga masyarakat pendonor darah.

“PMI ini bergerak karena kebersamaan. Tanpa relawan dan pendonor, kami bukan apa-apa,” ungkapnya, Rabu (15/4/2026).

Dalam kesempatan itu, Bambang juga memaparkan sejumlah pencapaian lembaga, di antaranya keberhasilan meraih Akreditasi Paripurna serta kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari hasil audit eksternal. Kedua capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kualitas pelayanan dan tata kelola organisasi.

Ia menjelaskan bahwa Akreditasi Paripurna yang diperoleh PMI Magetan merupakan tingkat tertinggi dalam standar mutu pelayanan, dengan masa berlaku lima tahun mulai 2026 hingga 2031.

“Ini adalah hasil kerja kolektif seluruh unsur PMI, bukan pencapaian individu,” jelasnya.

Selain itu, aspek transparansi keuangan juga menjadi perhatian utama. Raihan opini WTP dinilai sebagai bukti bahwa pengelolaan dana di PMI Magetan telah berjalan sesuai prinsip akuntabilitas.

“Transparansi tetap kami jaga sebagai bentuk tanggung jawab kepada publik,” tambahnya.

Di sela kegiatan, PMI Magetan turut memberikan penghargaan kepada para pendonor darah sukarela yang telah mencapai kontribusi donor mulai dari 10 hingga 100 kali. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi mereka dalam membantu sesama.

“Para pendonor ini adalah pahlawan kemanusiaan yang nyata di lapangan,” kata Bambang.

Terkait kesiapan layanan darah menjelang dan selama Lebaran 2026, PMI Magetan memastikan ketersediaan stok dalam kondisi aman. Berbagai langkah antisipatif dilakukan, termasuk memperluas jaringan donor melalui komunitas lintas agama dan kelompok masyarakat.

“Kami sudah memperkuat jejaring donor agar kebutuhan darah tetap terpenuhi, bahkan di masa libur panjang,” pungkasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....