Mengunyah Permen Karet: Cara Sederhana Menetralisasi Asam di Mulut

  • 24 Apr 2026 11:26 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Tidak sedikit orang yang belum menyadari bahwa setiap kali kita mengonsumsi makanan terutama yang manis dan asam kondisi dalam mulut ikut mengalami perubahan. Tingkat keasaman meningkat, lapisan enamel menjadi lebih rentan, dan bakteri pun lebih mudah berkembang.

Jika berlangsung terus-menerus, hal ini dapat memicu berbagai gangguan, mulai dari gigi sensitif hingga kerusakan gigi. Di tengah aktivitas yang padat dan tidak selalu memberi kesempatan untuk segera menyikat gigi, ada cara sederhana yang bisa membantu menjaga keseimbangan tersebut, yaitu dengan mengunyah permen karet.

Aktivitas mengunyah permen karet, khususnya yang bebas gula, ternyata tidak hanya kebiasaan iseng. Saat rahang bergerak secara ritmis, produksi air liur meningkat hingga beberapa kali lipat dibanding kondisi normal.

Air liur ini berperan penting sebagai sistem pertahanan alami dalam mulut. Ia bekerja dengan cara menetralkan asam, membilas sisa makanan, serta membantu proses remineralisasi enamel gigi.

Kondisi mulut yang terlalu asam biasanya terjadi setelah makan menjadi lingkungan ideal bagi bakteri penyebab kerusakan gigi. Dengan meningkatnya aliran air liur akibat mengunyah permen karet, kadar pH di dalam mulut perlahan kembali ke tingkat yang lebih netral.

Ini membantu mengurangi risiko demineralisasi enamel dan menjaga kekuatan struktur gigi. Sebuah publikasi dalam bidang kedokteran gigi menyebutkan:

"Mengunyah permen karet bebas gula dapat meningkatkan produksi saliva secara signifikan, yang berfungsi menetralkan asam plak dan mendukung proses remineralisasi enamel, sehingga berkontribusi dalam pencegahan karies gigi" (Jurnal Kedokteran Gigi Preventif, 2015).

Manfaat ini terasa semakin relevan dalam situasi sehari-hari, misalnya setelah makan siang di kantor, saat bepergian, atau ketika tidak tersedia fasilitas untuk menyikat gigi. Mengunyah permen karet selama 10–20 menit setelah makan dapat menjadi langkah praktis untuk membantu menstabilkan kondisi mulut.

Namun, tidak semua permen karet memberikan manfaat yang sama. Produk bebas gula dengan pemanis seperti xylitol lebih dianjurkan karena tidak menjadi sumber makanan bagi bakteri. Sebaliknya, permen karet yang mengandung gula justru dapat memperparah kondisi asam yang ingin dinetralisasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....