Skabies Bisa Kambuh meski Sudah Diobati, Ini Penyebabnya!
- 12 Apr 2026 13:15 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Penderita skabies berisiko mengalami kekambuhan meskipun telah menjalani pengobatan. Hal ini dapat terjadi karena penanganan tidak dilakukan secara serentak dan menyeluruh pada orang-orang dalam satu lingkungan dengan penderita.
Dokter Internship di Puskesmas Banjarejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Christina Pretaliana atau dr. Tata, menyebut skabies rentan terjadi pada masyarakat yang hidup berkelompok, seperti di asrama atau kos. Menurutnya, pengobatan yang tidak dilakukan secara serentak dapat menyebabkan penyakit ini tidak kunjung tuntas.
“Jadi bukan cuma yang menderita saja, tapi suspek yang terkena itu siapa saja harus diobati secara bersama. Kalau misalkan si penderita ini sudah sembuh dan beberapa minggu kemudian ternyata ada yang mengeluhkan hal sama, jadi rantainya itu tidak akan putus-putus penularannya. Jadi yang sudah sembuh pun jangan lengah karena berpeluang terkena lagi kalau sumbernya itu tidak dicari,” jelasnya, Senin 6 April 2026.
dr.Tata menjelaskan, skabies dapat menular melalui kontak langsung dengan penderita maupun secara tidak langsung melalui penggunaan barang pribadi secara bersama. Karena itu, penanganan tidak cukup dilakukan pada penderita saja, tetapi juga perlu mencakup orang-orang yang tinggal bersama penderita.
Menurut dr. Tata, penanganan skabies di lingkungan berkelompok memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam hal edukasi tentang menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
“Kendalanya edukasi. Edukasinya bukan cuma ke penderita, tapi semuanya. Karena menjaga kebersihan itu tidak cukup dilakukan sendiri, tetapi harus bersama-sama. Kalau kita sudah menjaga sedemikian rupa, tapi orang lain masih lengah, maka penularan tetap bisa terjadi,” jelasnya
Lebih lanjut, dr. Tata mengimbau masyarakat untuk melakukan pengobatan secara serentak serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan rutin membersihkan dan menjemur perlengkapan tidur seperti bantal, guling, dan kasur. Selain itu, mencuci pakaian dan seprai menggunakan air panas, kemudian menjemurnya hingga kering dan menyetrikanya. Tungau diketahui dapat mati pada suhu tinggi.
Masyarakat juga disarankan menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala skabies seperti gatal pada malam hari dan munculnya ruam atau bintil di sela jari maupun lipatan tubuh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....