Mengenal Avoidant Style Menurut Psikologi

  • 27 Mar 2026 10:20 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Dalam dinamika hubungan interpersonal, tidak semua orang merasa nyaman dengan kedekatan emosional. Salah satu pola yang sering muncul adalah avoidant attachment style atau gaya keterikatan menghindar, yang kerap tidak disadari oleh individu itu sendiri.

Psikolog Andi Cahyadi menjelaskan bahwa avoidant style merupakan pola hubungan di mana seseorang cenderung menjaga jarak secara emosional, meskipun tetap menjalani relasi dengan orang lain.

“Individu dengan avoidant style biasanya terlihat mandiri, tapi di dalamnya ada kecenderungan untuk menghindari kedekatan yang terlalu dalam,” ujarnya pada Kamis 26 Maret 2026.

Menurutnya, pola ini sering terbentuk dari pengalaman masa lalu, terutama dalam hubungan dengan orang tua atau pengasuh. Ketika kebutuhan emosional tidak terpenuhi secara konsisten, individu belajar untuk tidak terlalu bergantung pada orang lain.

Ciri-ciri yang umum terlihat antara lain sulit membuka diri, tidak nyaman membahas perasaan, serta cenderung menarik diri saat hubungan mulai terasa serius.

“Bukan berarti tidak punya perasaan, tapi mereka memilih untuk melindungi diri dengan menjaga jarak,” jelas Andi.

Dalam hubungan, individu dengan avoidant style juga kerap menghindari konflik secara emosional. Alih-alih membahas masalah, mereka lebih memilih diam atau menjauh.

Hal ini dapat menimbulkan kesalahpahaman dengan pasangan, yang mungkin merasa diabaikan atau tidak dianggap penting.

Meski demikian, Andi menegaskan bahwa avoidant style bukanlah gangguan mental, melainkan pola perilaku yang masih bisa diubah dengan kesadaran diri.

“Langkah awal adalah mengenali pola tersebut, kemudian belajar membangun komunikasi yang lebih terbuka secara bertahap,” tambahnya.

Ia juga menyarankan untuk tidak langsung memberi label negatif, baik pada diri sendiri maupun orang lain. Setiap individu memiliki latar belakang emosional yang berbeda.

Sebagai penutup, Andi Cahyadi mengingatkan bahwa hubungan yang sehat membutuhkan keseimbangan antara kemandirian dan kedekatan. “Tidak apa-apa butuh ruang, tapi jangan sampai menutup diri sepenuhnya dari hubungan,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....