Dampak Psikologis Pelecehan Seksual Online pada Remaja
- 24 Mar 2026 14:30 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Fenomena pelecehan seksual di media sosial menjadi perhatian serius, terutama bagi kalangan remaja yang aktif di ruang digital. Bentuknya beragam, mulai dari pesan tidak pantas, komentar bernuansa seksual, hingga penyebaran konten tanpa izin. Kondisi ini dinilai dapat memicu dampak psikologis yang tidak ringan.
Psikolog Andi Cahyadi menjelaskan bahwa pelecehan seksual online dapat memengaruhi kondisi mental remaja secara signifikan, terutama karena terjadi di ruang yang seharusnya menjadi tempat berekspresi.
“Remaja yang mengalami pelecehan seksual secara online bisa merasakan kecemasan, takut, hingga kehilangan rasa aman saat menggunakan media sosial,” ujarnya Kamis 19 Maret 2026.
Menurutnya, salah satu dampak yang sering muncul adalah meningkatnya gejala Anxiety Disorder, di mana korban menjadi lebih waspada berlebihan, mudah panik, bahkan menghindari interaksi sosial di dunia digital.
Selain itu, korban juga berisiko mengalami penurunan kepercayaan diri. Komentar atau pesan bernuansa seksual dapat membuat remaja merasa tidak nyaman dengan tubuh atau identitas dirinya.
“Dalam jangka panjang, ini bisa berkembang menjadi masalah harga diri, bahkan depresi jika tidak ditangani dengan baik,” tambahnya.
Andi juga menyoroti adanya kecenderungan korban untuk menyalahkan diri sendiri, terutama ketika mendapat respons negatif dari lingkungan, seperti victim blaming. Hal ini dapat memperparah kondisi psikologis korban.
Tidak hanya berdampak secara emosional, pelecehan seksual online juga bisa memengaruhi hubungan sosial remaja. Mereka cenderung menarik diri, membatasi pergaulan, hingga kehilangan kepercayaan terhadap orang lain.
Ia menegaskan pentingnya peran lingkungan, baik keluarga maupun teman, dalam memberikan dukungan kepada korban. Respons yang empatik dan tidak menghakimi menjadi kunci pemulihan.
“Yang paling penting adalah korban tidak merasa sendirian. Dukungan sosial sangat berpengaruh dalam proses pemulihan,” jelasnya.
Selain itu, edukasi mengenai batasan interaksi digital dan pentingnya menjaga privasi juga perlu ditingkatkan, agar remaja lebih siap menghadapi risiko di media sosial.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....