Apakah Gangguan Kepribadian Narsistik atau NPD Disadari oleh Individunya?

  • 22 Feb 2026 11:54 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Dalam kehidupan sehari- hari, kita bisa saja menjumpai banyak orang dengan berbagai karakter. Salah satunya, orang yang sangat narsis bahkan memiliki ciri- ciri yang mengarah pada gangguan kepribadian narsistik, sseperti ingin dipuji, ingin diakui, ingin terlihat paling hebat, dan sulit menerima jika ada orang lain yang lebih menonjol, namun apakah gangguan kepribadian narsisitik atau NPD disadari oleh individunya?.

Dosen Psikologi UKWMS Kampus Kota Madiun, sekaligus Psikolog Robik Anwar Dhani, M.Psi., menjelaskan terkait kondisi apakah sebenarnya gangguan kepribadian narsistik disadari oleh pribadi yang mengalaminya. “Jadi begini, apakah orang NPD itu sadar bahwa dia bermasalah?, jawabannya tentu tidak,” tegas Robik kepada RRI Madiun

Robik, sapaan akrabnya mengungkapkan, bahwa dalam banyak kasus, justru pribadi dengan pola NPD itu tidak merasa jika dirinya bermasalah. “Dari banyak kasus atau persoalan dan apa yang saya baca, justru mereka menganggap orang lain lah yang bermasalah, dan dia yang sebenarnya memiliki indikasi mengarah pada NPD tidak merasa memiliki salah sama sekali,” papar Robik.

“Sering kali rasanya kita geram, atau kesal sendiri saat menghadapi orang yang memang mengarah pada NPD. Menggemaskan sudah pasti, belum lagi mindset mereka selalu menganggap bahwa orang lain lah yang baperan, bahkan iri dengan dirinya, serta tidak paham seperti apa standar dirinya, hal- hala semacam itu semakin rasanya membuat kita semakin capek,” ungkap Robik lebih lanjut.

Dalam psikologi klinis, kondisi tersebut berkaitan dengan rendahnya insight atau kesadaran akan kondisi diri. Psikolog Robik juga menegaskan bahwa individu dengan NPD ini jarang datang untuk terapi karena merasa dirinya sakit, melainkan datang akibat konflik relasi, masalah pekerjaan, atau ketika mengalami kegagalan besar yang membuat personal brandingnya jelek.

Selain itu, gangguan kepribadian narsistik bukanlah suatu kondisi yang dapat hilang cepat, akan tetapi bukan berarti tidak dapat ditolong. Robik menjelaskan, bahwa mulai dari pola pikir, kemampuan empati, pola hubungan yang lebih baik dan sehat, serta bagaimana manajemen emosi dan juga saat menghadapi kritikan dapat diperbaiki, dilatih, dibangun dan bahkan ditingkatkan.

Sejumlah terapi juga dapat diterapkan untuk menangani kasus gangguan kepribadian. “Jadi terapi untuk individu dengan NPD itu biasanya dapat dilakukan seperti psikoterapi jangka panjang, schema therapy, terapi psikodinamik serta juga CBT untuk pola pikir maladaptif, “Sebut Robik..

Terakhir, Founder psikologianak.id itu juga menekankan bahwa perlu untuk dipahami, jika terapi hanya efektif ketika si individu memiliki motivasi atau semacam keinginan yang kuat untuk berubah. Tanpa kesadaran dan tanggung jawab pribadi, perubahan akan sulit terjadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....