Bagaimana Menghadapi Teman dengan Ciri- ciri NPD?

  • 21 Feb 2026 09:20 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Narcissistic Personality Disorder (NPD), atau gangguan kepribadaian narsistik merupakan kondisi dimana seseorang ingin selalu menjadi pusat perhatian dan terus dianggap yang paling baik. Dalam kehidupan sehari- hari, pastinya kita tidak menutup kemungkinan menjumpai orang- orang di sekitar kita yang bisa jadi memiliki karakter orang dengan NPD, misalnya dalam pertemanan, lantas bagaimana untuk menghadapinya?

Psikolog sekaligus Dosen Psikologi UKWMS Kampus Kota Madiun, Robik Anwar Dhani, M.Psi., Psikolog, menjelaskan ketika harus menghadapi orang dengan karakter NPD tentu sangat menguras energi kita, bahkan bisa membuat kita kelelahan secara emosional. “Jadi kita itu banyak dan sering kali berinteraksi dengan berbagai orang dengan berbagai karakter, namun memang bahkan saya sendiri ketika dihadapkan individu dengan karakter NPD itu sangat menguras emosi ibaratnya baterainya cepat lowbat begitu ya, “ ungkap Robik kepada RRI Madiun.

“Karakter orang dengan NPD itu kan seperti selalu ingin dipuja, namun sensitif terhadap kritik dan bahkan tidak suka ketika orang lain lebih unggul dari dirinya. Tentu perlu sejumlah cara untuk bagaimana kita menghadapi, misal teman kita ternyata memiliki sejumlah karakter yang mengarah pada indikasi gangguan kepribadian narsistik ini,” ungkap Robik.

Membangun batas sehat, menjadi langkah utama kita dalam menyikapi orang dengan ciri- ciri NPD. Menurut Robik, dengan membuat batas, berarti kita mengetahui apa yang bisa menjadi toleransi dan apa yang tidak, apabila dalam sebuah relasi kita merasa tidak dihargai, bahkan hanya dibutuhkan saat diperlukan saja, tentu sudah menjadi alarm bahaya, untuk segera membuat batasan.

Umumnya, pembuktian diri selalu menjadi karakter kuat pada pola individu dengan gangguan kepribadian narsistik, maka mereka akan mudah meremehkan bahkan merendahkan orang lain. Untuk itu, Robik mengingatkan jangan sampai kita terjebak dalam permainan pembuktian diri mereka , karena seharusnya sebuah relasi yang sehat membuat kita semakin bertumbuh bukan merasa insecure.

Selain itu penting membangung komunkasi yang singkat, tegas namun tetap jelas. Penjelasan yang panjang lebih baik untuk dihindari karena berpeluang membuka ruang debat yang menguras emosi. Cukup dengan penyampaian secara fakta, atau berdasarkan kebutuhan saja.

Dosen Psikologi UKWMS Kampus Kota Madiun itu juga menekankan bahwa penting untuk mengamati dan memperhatikan pola yang sering kalo nampak dari individu dengan NPD tersebut. Menepati janji maupun konsistensi tentu menjadi hal yang esensial dalam sebuah relasi, bukan kata- kata manis maupun pesona sesaat.

Terakhir, Robik juga mengingatkan apabila arah sebuah hubungan lebih sering atau banyak kekerasan emosional, maka perlu untuk mencari dukungan. Namun ketika kita merasa sendiri, takut, kehilangan arah dan diri, maka sangat disarankan untuk mencari bantuan dan dukungan sosial maupun profesional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....