Memahami Karakter Individu NPD dari Sisi Psikologis
- 20 Feb 2026 07:47 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Manusia memang secara manusiawi memiliki keinginan untuk dihargai, dianggap berarti, ingin dihormati, bahkan ingin diperlakukan baik. Berbeda cerita, jika kondisi dimana seseorang selalu ingin dipuji, yang berlebihan bahkan menetap, maka akan berpengaruh pada hubungan, dan hal tersebut erat kaitannya dengan pola narsistik berat, termasuk kemungkinan Narcissistic Personality Disorder (NPD).
Psikolog sekaligus Dosen Psikologi UKWMS Kampus Kota Madiun, Robik Anwar Dhani, M.Psi., Psikolog., memaparkan karakter atau ciri- ciri individu dengan pola narsistik yang mengarah ke NPD. “Meskipun kita tidak bisa secara langsung mendiagnosa seseorang itu NPD, namun ciri- ciri ini bisa menjadi gambaran awal individu dengan pola narsistik yang mengarah pada pola NPD,” ungkap Robik kepada RRI Madiun.
Keinginan untuk selalu ingin dipuja, secara terus menerus, atau merasa bahwa dirinya istimewa atau spesial, menjadi karakter yang paling dominan dari orang yang mengarah NPD. “Namun, tentu tidak semua orang yang suka dipuji itu secara otomatis NPD bukan seperti itu ya,” tegas Robik.
Lebih lanjut, Psikolog Robik juga menjelaskan bahwa orang yang NPD itu adalah orang-orang yang karena menganggap diri mereka spesial, maka berarti mereka harus dilakukan istimewa. Boleh mengagumi diri sendiri, sebagai bentuk bersyukur terhadap apa yang kita miliki, namun tidak boleh berlebih hingga menuntut diperlakukan selalu istimewa.
Karakter selanjutnya adalah dimana orang yang mengarah kepada NPS begitu sensitif terhadap saran dan atau kritikan, bahkan bisa membuat naik darah. “Bahkan ketika kita mengkritik orang dengan NPD itu, bisa dianggap sebagai hinaan, padahal dalam menyampaikannya pun sudah menggunakan nada yang biasa saja,” Tegas Robik.
Ciri selanjutnya yakni kecenderungan meremehkan atau merendahkan orang lain. Hal ini lantaran, individu dengan NPD sangat ingin terlihat sangat paling unggul atau menonjol daripada lainnya, maka upaya yang selalu dilakukan agar tetap terlihat terbaik dengan merendahkan orang lain.
Individu yang seringkali merendahkan orang lain tersebut sudah pastinya menjadi pribadi yang juga less empathy atau minim empati terhadap sesama. “ Ketika minim empati mereka tidak akan menyadari jika orang lain bisa sakit hati, kecewa atas apa yang diucapkan maupun dilakukan,” jelas
Minimnya empati tadi juga akhirnya mempengaruhi pola relasi, bahwa karakter selanjutnya dari orang dengan NPD adalah menganggap setiap hubungan itu transaksional. Apa yang bisa menguntungkan dari relasi yang dijalin, jika tidak bisa memberikan manfaat maka relasi itu tidak perlu terjadi.
Robik juga menyebutkan untuk ciri yang terakhir yakni keinginan untuk selalu diakui bahkan dijunjung tinggi maupun menjadi center of attention atau pusat perhatian. Terakhir, Robik menegaskan jika paparan terkait ciri- ciri orang dengan NPD tidak untuk mendiagnosis langsung, karena NPD menjadi satu dari sejumlah jenis gangguan kepribadian. Diagnosis terhadap individu dengan NPD perlu dilakukan melalui proses asesmen yang kompleks dan dilakukan oleh profesional di bidang kesehatan mental.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....