Ramadan di Cuaca Tak Tentu, Ahli Gizi Soroti Pentingnya Asupan Cairan

  • 19 Feb 2026 11:19 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun — Ramadan 1447 Hijriah berlangsung di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu di Kota Madiun. Kondisi ini membuat masyarakat perlu lebih cermat memilih asupan nutrisi agar tubuh tetap bugar dan aktivitas sehari-hari selama puasa dapat berjalan lancar.

Ahli gizi di Kota Madiun, Nikmahtul Fadilla, memberikan sejumlah anjuran terkait asupan makanan dan minuman selama puasa di tengah cuaca yang tidak menentu. Menurutnya, menjaga kecukupan cairan menjadi hal paling utama untuk mencegah gangguan kesehatan.

“Berdasarkan penelitian, risiko utama saat cuaca panas adalah dehidrasi ringan hingga sedang, serta penurunan performa kognitif maupun fisik jika asupan cairan tidak adekuat. Karena itu, yang paling diutamakan adalah mencukupi kebutuhan cairan,” ujarnya, Rabu 18 Februari 2026.

Nikmahtul menjelaskan, kebutuhan cairan setiap orang berbeda, namun secara umum berkisar antara 30-35 mililiter per kilogram berat badan per hari. Asupan cairan ini dipenuhi secara bertahap sejak berbuka hingga sahur, dengan air putih sebagai pilihan utama dibandingkan minuman manis atau berwarna.

Selain cairan, pemilihan makanan juga perlu diperhatikan. Ia menyarankan konsumsi buah dengan kandungan air tinggi seperti semangka, melon, dan jeruk saat berbuka untuk membantu menggantikan cairan tubuh setelah seharian berpuasa. Sementara saat sahur, masyarakat dianjurkan memilih karbohidrat kompleks seperti oat, nasi merah, jagung, dan ubi karena dicerna lebih lambat sehingga rasa kenyang dapat bertahan lebih lama.

Ahli gizi tersebut juga mengingatkan pentingnya mencukupi kebutuhan protein sesuai pedoman gizi seimbang, yakni dua hingga empat porsi dalam sehari atau minimal 1-1,5 gram per kilogram berat badan.

Selain itu, Nikmahtul menganjurkan untuk membatasi konsumsi minuman berkafein karena dapat membuat tubuh lebih sering kehilangan cairan, terutama jika dikonsumsi saat sahur. Masyarakat juga dianjurkan menghindari makanan terlalu asin dan makanan olahan berlebihan saat berbuka karena dapat memicu rasa haus.

Dengan memperhatikan kecukupan cairan serta memilih makanan yang tepat saat berbuka dan sahur, masyarakat diharapkan tetap mampu menjaga kondisi tubuh selama Ramadan, meski dihadapkan pada cuaca yang tidak menentu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....