Menyehatkan Jantung dengan Pola Makan Sehat saat Ramadhan

  • 18 Feb 2026 15:00 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun- Bulan Ramadan menjadi momen istimewa bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah sekaligus memperbaiki pola hidup. Namun, perubahan jadwal makan dari tiga kali sehari menjadi dua kali—saat sahur dan berbuka membutuhkan strategi khusus agar kesehatan, terutama kesehatan jantung, tetap terjaga. Dokter Spesialis Gizi Klinik dari RSJPO Harapan Kita, dr. Oqti Rodia, Sp.GK, menegaskan bahwa pola makan saat Ramadan sangat berpengaruh terhadap kondisi jantung, khususnya bagi individu dengan faktor risiko seperti hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, hingga riwayat penyakit jantung.

Menurut dr. Oqti, puasa pada dasarnya dapat memberikan manfaat metabolik jika dijalankan dengan pola makan yang tepat. “Saat berpuasa, tubuh mengalami penyesuaian metabolisme. Jika asupan saat sahur dan berbuka seimbang, ini justru bisa membantu mengontrol berat badan, gula darah, serta profil lipid yang berkaitan erat dengan kesehatan jantung,” jelasnya, Rabu 18 Februari 2026.

Selama 8–12 jam pertama berpuasa, tubuh menggunakan cadangan glukosa sebagai sumber energi. Setelah itu, tubuh mulai memanfaatkan cadangan lemak. Dalam kondisi yang terkontrol, proses ini dapat membantu menurunkan kadar lemak berlebih dalam tubuh. Namun, pola makan yang tidak tepat seperti konsumsi makanan tinggi gula, santan, gorengan, dan garam secara berlebihan justru dapat meningkatkan risiko lonjakan gula darah dan tekanan darah. “Kesalahan umum saat Ramadan adalah balas dendam saat berbuka. Makanan manis berlebihan dan gorengan bisa memicu peningkatan trigliserida serta memperberat kerja jantung,” tambahnya.

dr. Oqti membagikan beberapa prinsip penting agar pola makan selama Ramadan tetap menyehatkan jantung:

  1. Berbuka secara bertahap
    Awali dengan air putih dan kurma secukupnya untuk mengembalikan energi secara perlahan. Hindari minuman tinggi gula berlebihan.
  2. Utamakan karbohidrat kompleks
    Pilih nasi merah, oatmeal, atau roti gandum saat sahur agar energi bertahan lebih lama dan kadar gula darah stabil.
  3. Perbanyak serat dan sayur
    Sayuran dan buah membantu mengontrol kolesterol serta menjaga kesehatan pembuluh darah.
  4. Pilih protein rendah lemak
    Konsumsi ikan, ayam tanpa kulit, tahu, tempe, dan kacang-kacangan. Ikan yang kaya omega-3 sangat baik untuk kesehatan jantung.
  5. Batasi garam dan santan
    Asupan garam berlebih dapat meningkatkan tekanan darah, sedangkan santan berlebihan bisa menaikkan kadar kolesterol.
  6. Cukupi cairan
    Terapkan pola 2-4-2 (dua gelas saat berbuka, empat gelas malam hari, dua gelas saat sahur) untuk mencegah dehidrasi yang dapat memengaruhi tekanan darah.

Bagi pasien dengan riwayat penyakit jantung, dr. Oqti menyarankan agar tetap berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalankan puasa. Penyesuaian jadwal minum obat serta pemantauan tekanan darah dan kadar gula darah sangat diperlukan.“Puasa boleh dilakukan selama kondisi stabil dan mendapat persetujuan dokter. Namun jika muncul keluhan seperti nyeri dada, sesak napas, atau pusing berat, sebaiknya segera membatalkan puasa dan mencari pertolongan medis,” tegasnya saat menjadi narasumber live Instagram akun Kemenkes RI.

Lebih jauh, dr. Oqti menilai Ramadan dapat menjadi momentum untuk membangun kebiasaan hidup sehat jangka panjang. Mengurangi konsumsi gula, membatasi makanan berlemak, serta menjaga porsi makan adalah langkah sederhana yang berdampak besar pada kesehatan jantung.“Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih pengendalian diri, termasuk dalam pola makan. Jika dilakukan dengan benar, Ramadan justru dapat menjadi titik awal perbaikan kesehatan jantung,” pungkasnya. Dengan pola makan yang seimbang dan disiplin, Ramadan tidak hanya menghadirkan keberkahan spiritual, tetapi juga manfaat nyata bagi kesehatan, khususnya menjaga jantung tetap kuat dan sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....