Doomscrolling: Dampaknya untuk Kesehatan Mental
- 16 Feb 2026 11:07 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID,Madiun – Di era digita, informasi datang tanpa henti melalui layar ponsel. Banyak orang terbiasa menggulir berita buruk secara terus menerus. Mulai dari konflik sosial, krisis ekonomi hingga berbagai peristiwa yang mengkhawatirkan. Kebiasaan ini disebut dengan domscrolling, yaitu dorongan untuk terus mencari dan membaca informasi negatif meskipun hal tersebut menimbulkan ketidaknyamanan.
“Kalau kita tidak kontrol diri dan fikiran kita maka kita akan terus mencari dan memiliki antusias akan berita tersebut. Terlebih berita buruk. Karena otak manusia cenderung lebih peka akan informasi negatif dibanding informasi positif atau istilahnya bias negatif” Dikatakan Marcella Mariska Aryono, M.A. yang merupakan Dosen Prodi Psikologi UKWMS Madiun saat menjadi narasumber acara Pengarusutamaan Gender dan Inklusi di Programa 1 RRI Madiun, Senin 16 Februari 2026.
Beberapa faktor penyebab terjadi doomscrolling adalah adanya Kecemasan dan Ketidakpastian, Ketika dunia terasa kacau dan tidak pasti, orang mungkin merasa perlu untuk terus-menerus memantau berita dengan harapan mendapatkan rasa kontrol atau pemahaman. Selanjutnya Kebiasaan, Doomscrolling dapat menjadi kebiasaan karena algoritma media sosial dirancang untuk membuat pengguna tetap terlibat. Dan yang ketiga adanya Rasa Ingin Tahu. Beberapa orang mungkin merasa tertarik pada berita buruk karena rasa ingin tahu atau keinginan untuk memahami apa yang terjadi.
Doomscrolling hakekatnya bisa dihentikan atau dikontrol. Namun hal ini butuh tekad dan kesadaran yang kuat dari diri pribadi.
“Harus mainfullnes, harus sadar sekarang sedang apa. Hal lain adalah harus sadar saat kita terlalu dalam scrolling menghabiskan banyak waktu sehingga lelah. Maka saat lelah itulah alarm alami dimana kita harus sadar harus berhenti. Jika perlu beri batasan waktu di HP dengan alarm” Ujar Cella panggilan akrabnya
Selain itu, menurut Cella, ada beberapa cara mengelola kebiasaan doomscrolling diantaranya :
- Tetapkan batas waktu konsumsi berita
- Hindari layar ponsel 1 jam sebelum tidur
- Matikan notifikasi berita yang tidak penting
- Gunakan aturan “cek seperlunya”
- Perhatikan reaksi tubuh saat membaca berita
- Ganti kebiasaan scrolling dengan aktifitas pemulihan
- Pilih sumber informasi yang terbatas dan terpercaya
- Letakkan ponsel diluar jangkauan saat tidur
Diakhir dialog Cella mengajak pendengar RRI untuk menjaga kesehatan mental. Tidak berarti menghindari informasi, melainkan belajar mengelola cara berinteraksi di media sosial. Dengan batas yang sehat, pikiran tetap jernih, emosi tetap stabil dan keseimbangan hidup tetap terjaga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....