Kiat Membangun Batasan yang Sehat dalam Sebuah Hubungan

  • 12 Feb 2026 22:04 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Batas atau boundaries dalam sebuah hubungan atau relasi, apapun konteksnya baik itu pasangan, keluarga, rekan kerja, pertemanan dan lain sebagainya merupakan garis psikologis yang membantu seseorang membedakan mana yang menjadi porsi maupun tanggung jawab kita dan mana yang buka. Namun, fenomena yang terjadi adalah batasan privasi kita sudah terlampaui yang akhirnya membuat kita merasa tidak nyaman bahkan kelelahan secara emosional.

Lalu bagaimana cara yang bisa kita lakukan dalam membangun batasan yang sehat dalam setiap relasi atau hubungan yang kita jalani. Robik Anwar Dani, M.Psi, Psikolog, yang merupakan founder dari psikologanak.id mengungkapkan kiat- kiat yang perlu dipahami dan dapat dilakukan dalam membuat batasan sehat dalam sebuah hubungan.

“Pertama, adalah berangkat dari diri kita sendiri, dimana kita harus tahu apa saja yang membuat kita tidak nyaman. Bisa jadi, ketika kita sukar menjaga batas yang sehat dalam hubungan yang sedang kita jalani, kita belum memahami dan atau menyadari sebenarnya kita memiliki kebutuhan seperti apa,” jelas Robik, sapaan akrabnya kepada RRI Madiun.

Selain itu, jangan pernah mengabaikan perasaan lelah, kesal, bahkan tertekan. Bisa jadi, perasaan- perasaan yang membuat kita tidak nyaman tersebut, merupakan sinyal dari diri kita untuk berhenti sejenak, menolak dan lain sebagainya.

Lebih lanjut, Dosen Psikologi UKWMS Kampus Kota Madiun itu juga menjelaskan, bahwa penting dalam berkomunikasi bahwa harus sejujur mungkin.” Jadi ketika kita berkomunikasi harapannya lawan bicara kita memahami apa pesan kita, dan sebisa mungkin tidak ada salah paham.

Selain juga memperhatikan bagaimana cara kita berkomunikasi, agar tetap tenang tidak harus menggunakan emosi. Pemilihan kalimat- kalimat sederhana, lugas, dan jelas tentu lebih optimal dibandingkan penjelasan yang panjang dan juga defensif.

Tanggapan atau reaksi setiap individu tentu akan berbeda- beda, pada setiap komunikasi yang kita bangun dalam membentuk batasan itu. Namun, ini yang perlu dipahami betul dan diterima jika tidak semua orang akan langsung bisa menerima dan memahami, selain juga setiap respon orang lain tidak menjadi patokan akan batas yang kita buat benar atau salah.

Pastikan juga, batasan yang kita terapkan bahwa dilakukan secara konsisten alias tidak berubah-ubah. Menurut Robik, bahwa batas yang sering berubah akan membingungkan. Selain konsistensi akan membantu orang lain lebih belajar menghormati ruang diri kita.

Robik juga menegaskan, dan mengingatkan bahwa bukan menjadi tanggung jawab kita untuk dapat memenuhi kebutuhan orang lain. Memahami kenyamanan untuk diri kita, sekaligus menjadi upaya menjaga kesehatan mental sebagai bentuk dan bagian dari kedewasaan emosional.

Terakhir, memiliki batasan atau boundaries maka sangat membantu setiap individu untuk menjaga privasi pastinya. Selain juga untuk mengelola energi emosional, agar dapat menjalin hubungan tanpa merasa tertekan maupun terpaksa.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....