Kenapa Sulit Keluar dari Toxic Relationship?
- 25 Jan 2026 22:21 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun: Hubungan yang tidak sehat atau toxic relationship sering kali disadari, namun sulit untuk ditinggalkan. Banyak anak muda mengaku tahu bahwa hubungannya menyakitkan secara emosional, tetapi tetap bertahan. Fenomena ini bukan sekadar soal cinta, melainkan keterikatan psikologis yang kompleks.
Psikolog Andi Cahyadi menjelaskan bahwa salah satu alasan utama sulitnya keluar dari hubungan toxic adalah ketergantungan emosional.
“Pelaku hubungan toxic sering membuat pasangannya merasa tidak berharga tanpa dirinya. Akibatnya, korban takut kehilangan dan merasa tidak akan ada yang menerima selain pasangan tersebut,” ujar Andi, Jumat 23 Januari 2026.
Selain itu, harapan bahwa pasangan akan berubah juga menjadi jebakan yang umum terjadi. Menurut Andi, banyak korban bertahan karena mengingat versi baik pasangan di awal hubungan. “Korban cenderung fokus pada potensi perubahan, bukan pada realita perilaku yang terus berulang,” jelasnya.
Faktor rasa bersalah juga berperan besar. Korban kerap merasa bertanggung jawab atas emosi dan masalah pasangan. Dalam kondisi ini, manipulasi emosional seperti gaslighting membuat korban meragukan penilaian diri sendiri dan menganggap dirinya penyebab konflik.
Tekanan sosial turut memperkuat sulitnya keluar dari hubungan toxic. Lingkungan yang menganggap putus sebagai kegagalan, atau narasi bahwa hubungan harus diperjuangkan apa pun kondisinya, membuat anak muda memilih bertahan meski terluka.
Psikolog Andi Cahyadi juga menyoroti peran rasa takut akan kesepian. “Bagi sebagian orang, rasa sakit dalam hubungan terasa lebih aman dibanding ketidakpastian setelah berpisah,” katanya. Ketakutan ini sering kali diperparah oleh minimnya dukungan sosial.
Dampak dari bertahan dalam toxic relationship tidak bisa dianggap sepele. Stres berkepanjangan, penurunan kepercayaan diri, kecemasan, hingga gejala depresi dapat muncul jika hubungan tidak segera diakhiri.
Menutup penjelasannya, Andi menegaskan bahwa keluar dari hubungan toxic membutuhkan keberanian dan kesadaran diri. “Sulit bukan berarti tidak mungkin. Mengenali pola yang menyakiti dan memilih kesehatan mental adalah langkah penting untuk kehidupan yang lebih sehat,” pungkasnya
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....