Mengenal Fenomena Sandwich Generation
- 25 Jan 2026 20:50 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun -Istilah sandwich generation semakin sering terdengar, terutama di kalangan anak muda usia produktif. Fenomena ini merujuk pada kondisi seseorang yang harus menanggung tanggung jawab finansial dan emosional secara bersamaan, baik kepada orang tua maupun generasi di bawahnya.
Psikolog Andi Cahyadi menjelaskan, sandwich generation umumnya dialami oleh individu yang berada di usia dewasa awal hingga pertengahan.
“Sandwich generation adalah kondisi ketika seseorang berada di tengah dua tuntutan, yaitu merawat atau menopang orang tua, sekaligus mempersiapkan masa depan diri sendiri atau anak,” ujar Andi, Kamis 22 Januari 2026.
Menurut Andi, tekanan yang dialami sandwich generation tidak hanya soal ekonomi, tetapi juga berdampak pada kesehatan mental. Banyak anak muda merasa terjebak antara kewajiban keluarga dan mimpi pribadi yang harus ditunda. “Rasa bersalah, cemas, hingga kelelahan emosional sering muncul karena mereka merasa tidak punya ruang untuk diri sendiri,” katanya.
Andi menambahkan, fenomena ini semakin terasa di tengah kenaikan biaya hidup dan ketidakpastian ekonomi. Tidak sedikit generasi muda yang akhirnya mengorbankan karier, pendidikan, atau tabungan demi memenuhi kebutuhan keluarga. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini berpotensi memicu stres berkepanjangan.
Andi menekankan pentingnya kesadaran dan komunikasi dalam keluarga untuk menghadapi sandwich generation. “Mengenali posisi diri, menetapkan batasan yang sehat, serta berani mencari bantuan adalah langkah awal agar beban ini tidak menjadi tekanan mental yang berlebihan,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....