Berbagai Manfaat Minyak Esensial

  • 10 Jul 2025 23:22 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Minyak esensial atau minyak atsiri adalah minyak yang diekstraksi dari tanaman dan memiliki aroma atau rasa tertentu (esens). Minyak atsiri biasanya diperoleh dari hasil ekstraksi bagian-bagian tanaman, seperti bunga, akar, kayu, dan biji.

Ekstraksi yang dilakukan biasanya melalui penyulingan (destilasi) dengan metode penguapan dan/atau pelarutan, atau proses mekanis seperti pemerasan.

Minyak esensial tidak mengandung asam lemak. Komponennya benar-benar murni dari ekstrak tanaman.

Minyak atsiri bisa digunakan sebagai minyak pijat atau aromaterapi

Dirangkum dari berbagai sumber berikut ini adalah fungsi essential oil yang bisa Anda dapatkan berdasarkan kandungan bahan alaminya.

1. Minyak peppermint

Kalau Anda sedang mual, diare, atau kram perut, ada baiknya Anda coba oleskan perut dengan minyak peppermint

Minyak peppermint mengandung senyawa L-menthol yang berpotensi menenangkan otot-otot pencernaan dan membantu mengeluarkan gas penyebab sakit perut

Selain itu, minyak esensial ini juga mampu menurunkan kadar hormon stres kortisol. Menghirup minyak peppermint pun membantu meredakan stres.

2. Minyak kayu putih (eukaliptus)

Menghirup minyak kayu putih secara rutin bisa membantu mengatasi flu atau pilek.

Minyak esensial ini dapat mengatasi hidung tersumbat dan meredakan rasa sesak di dada dan tenggorokan.

Aroma hangat dari minyak eukaliptus juga membantu mengurangi lendir dalam saluran napas dan merilekskan otot-otot saluran napas.

Campurkan beberapa tetes minyak kayu putih ke dalam air hangat, lalu hirup aroma segarnya.

3. Minyak lavender

Minyak lavender adalah salah satu obat tradisional yang membantu mengurangi kadar hormon stres kortisol dalam darah.

Riset dalam Journal of alternative and complementary medicine (2015) menunjukkan aroma minyak lavender bisa meningkatkan gelombang alfa di otak pada pasien gangguan tidur.

Gelombang alfa ini memengaruhi fungsi otak yang mengatur relaksasi dan tidur. Oleh karena itu, penggunaan minyak lavender mampu meningkatkan kualitas tidur.

Minyak atsiri ini juga berpotensi meringankan gejala PMS. Cobalah mengoleskan minyak ini di perut saat mengalami kram.

4. Minyak pohon teh (tea tree oil)

Minyak pohon the memiliki sifat antibakteri, antiseptik, dan antijamur sehingga bisa membantu melawan infeksi.

Mengoleskan minyak pohon teh dapat mengatasi infeksi kulit dan ruam serta pengobtan alternatif ketombe.

Ini karena sampo dengan kandungan minyak pohon teh memiliki nilai pH dalam kisaran 5 – 6 yang mendekati pH kulit.

5. Minyak chamomile

Manfaat minyak chamomile adalah untuk membantu merilekskan tubuh dan pikiran dari stres yang tak berkesudahan.

Anda bisa menghirup minyak atsiri ini sebelum tidur agar bisa tidur lebih lelap dan kembali segar di pagi hari.

Bila dicampurkan dengan lavender, minyak atsiri ini dapat lebih efektif mengatasi stres dan kecemasan.

6. Minyak Serai

Minyak Serai bermanfaat untuk menghilangkan kecemasan serta mengandung antibakteri, antiradang, dan antijamur. Minyak ini dapat digunakan sebagai aromaterapi atau minyak pijat. Selain itu, minyak serai juga dapat dijadikan pengharum ruangan dan pembasmi serangga dengan cara dijadikan aromaterapi.

Pada dasarnya, minyak atsiri yang telah terdaftar di BPOM RI bisa dipastikan lolos uji keamanan bahan. Namun, jika Anda sedang hamil atau memiliki riwayat alergi, eksim, atau kulit sensitif, sebaiknya konsultasikan ke dokter terlebih dahulu untuk memastikan keamanannya.

Selain itu, ikuti petunjuk penggunaan minyak atsiri dengan benar. Hindari pemakaian di kulit sekitar mata atau mulut agar terhindar dari iritasi. Anda juga tidak disarankan untuk menggunakan minyak atsiri di kulit saat akan beraktivitas di tempat yang terpapar sinar matahari.

Jika ingin menggunakan minyak atsiri di rumah, ingatlah untuk menyimpannya di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak, karena minyak ini bisa berbahaya jika tertelan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....