Enam Prinsip Diet Rendah Garam untuk Cegah Hipertensi
- 25 Mei 2025 21:35 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun : Hipertensi adalah kondisi di mana tekanan darah sistolik lebih dari atau sama dengan 140 mmHg. Dan atau, tekanan darah diastolic lebih dari atau sama dengan 90mmHg. Ini mengacu pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan istirahat.
Nutrisionis Mahir RSUD Dungus, Iffa Ario Wiyadi, S.ST. dan Lamsito, A.Md.Gz saat saat Penyuluhan Diet Hipertensi di ruang tunggu Instalasi Rawat Jalan (Irja) RSUD Dungus pada Rabu (7/5/2025) mengatakan, ada dua penanganan untuk hipertensi, yaitu medikamentosa yang melibatkan penggunaan obat-obatan.
Serta terapi non-medikamentosa yang fokus pada pengendalian faktor risiko dan gaya hidup sehat. Seperti menjalankan diet sehat, olahraga teratur, penurunan berat badan, dan manajemen stres.
Salah satu diet yang disarankan untuk penderita hipertensi adalah diet rendah garam. Ario mengatakan, ada enam prinsip diet rendah garam, diantaranya;
1. Batasi asupan garam
“Kurangi konsumsi garam hingga tidak lebih dari satu sendok teh per hari,” ujar Ario. Kemudian, hindari makanan olahan dan makanan cepat saji yang biasanya mengandung garam tinggi. Serta pilih bahan makanan segar dan masak sendiri untuk mengontrol jumlah garam yang digunakan.
2. Batasi asupan lemak jenuh dan kolesterol
Contohnya, Ario mengatakan, mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak jenuh seperti daging berlemak, mentega, dan susu full cream. “Kita bisa memilih daging tanpa lemak dan konsumi ikan secara rutin, lalu menggunakan minyak nabati sehat seperti minyak zaitun atau minyak jagung,” ucap dia.
3. Perbanyak konsumsi buah dan sayuran
Ario mengatakan, konsumsi buah dan sayuran minimal lima porsi per hari, pilih buah dan sayuran segar yang kaya akan serat dan nutrisi. “Serta dianjurkan untuk memilih buah dan sayuran yang kaya kalium seperti pisang dan ubi jalar yang dapat membantu menurunkan tekanan darah,” ucap dia.
4. Konsumsi karbohidrat kompleks
Pilihlah karbohidrat kompleks seperti nasi merah, ubi jalar, dan roti gandum yang dapat memberikan energy yang lebih stabil. “Hindari konsumsi karbohidrat sederhana seperti gula dan makanan manis yang dapat meningkatkan tekanan darah,” ujar Ario.
5. Konsumsi protein
Konsumsi protein secukupnya namun dengan memperhatikan jenis protein yang dikonsumsi. “Pilih protein nabati seperti kacang-kacangan dan tempe sebagai alternatif dari daging merah,” ucap Ario.
6. Hindari makanan dan minuman tertentu
Hindari makan dan minuman tertentu itu, Ario mengatakan, diantaranya adalah yang tinggi gula seperti minuman manis dan makanan ringan. Juga hindari minuman berkafein dan alkohol karena dapat meningkatkan tekanan darah.
“Menurut Kemenkes (Kementerian Kesehatan), tips menjaga tekanan darah yang baik meliputi penerapan pola hidup sehat seperti aktivitas fisik rutin, diet sehat, dan menghindari stres,” ujar Ario mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....