Minum Teh Sambil Makan, Apakah Bisa Memicu Anemia?

  • 18 Des 2024 08:41 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Makanan dan minuman yang kita konsumsi berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh, termasuk dalam mencegah anemia. Salah satu kebiasaan yang sering dilakukan banyak orang adalah minum teh sambil makan. Namun, benarkah kebiasaan ini dapat memicu anemia?

Apa Itu Anemia?

Anemia adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah sehat atau hemoglobin, yang bertugas mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Kekurangan ini dapat menyebabkan gejala seperti kelelahan, pucat, sesak napas, dan pusing. Salah satu penyebab utama anemia adalah kurangnya asupan zat besi, vitamin B12, atau folat.

Hubungan Minum Teh dan Penyerapan Zat Besi

Teh, terutama teh hitam dan teh hijau, mengandung senyawa bernama tanin. Tanin diketahui dapat menghambat penyerapan zat besi dari makanan, terutama zat besi non-heme yang terdapat pada sumber nabati seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Zat besi non-heme ini lebih sulit diserap tubuh dibandingkan zat besi heme yang berasal dari daging merah, ikan, dan unggas.

Dikutip dari CNNIndonesia.com, Dokter spesialis gizi di Rumah Sakit Melinda Bandung Johannes Chandrawinata membenarkan bahwa teh dapat menurunkan penyerapan zat besi. Namun, hal ini tak serta-merta memicu anemia defisiensi besi. "Risiko anemia hanya akan muncul jika konsumsi teh dilakukan secara berlebihan dan dalam jangka panjang, terutama bila dikombinasikan dengan diet rendah zat besi," kata Johanes, Selasa (17/12).

Ketika Anda minum teh bersamaan dengan makan, tanin dalam teh dapat berikatan dengan zat besi dalam makanan, membentuk senyawa yang sulit diserap oleh usus. Akibatnya, tubuh mungkin tidak mendapatkan cukup zat besi untuk membentuk hemoglobin, yang dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko anemia.

Apakah Ini Berlaku untuk Semua Orang?

Efek teh terhadap penyerapan zat besi tergantung pada beberapa faktor, seperti:

1. Jenis Makanan yang Dikonsumsi: Jika makanan Anda kaya zat besi heme (seperti daging), dampaknya lebih kecil dibandingkan jika makanan Anda kebanyakan mengandung zat besi non-heme.

2. Kondisi Kesehatan Individu: Orang yang sudah memiliki risiko tinggi anemia, seperti wanita hamil, remaja, atau vegetarian, lebih rentan terhadap efek ini.

3. Waktu Minum Teh: Minum teh di antara waktu makan, bukan bersamaan dengan makanan utama, dapat mengurangi efek penghambatan terhadap penyerapan zat besi.

Bagaimana Mencegah Risiko Anemia?

Jika Anda suka minum teh tetapi khawatir dengan risiko anemia, berikut beberapa tips:

1. Hindari Minum Teh Bersamaan dengan Makan: Tunggu setidaknya 1-2 jam setelah makan untuk minum teh.

2. Konsumsi Makanan Kaya Zat Besi: Sertakan sumber zat besi heme (daging merah, hati, ikan) dalam menu Anda. Jika Anda vegetarian, pastikan mendapatkan zat besi dari kacang-kacangan, bayam, dan tahu, serta mengombinasikannya dengan vitamin C untuk meningkatkan penyerapannya.

3. Batasi Konsumsi Teh Berlebih: Minumlah teh dalam jumlah yang wajar, dan pilih jenis teh yang rendah tanin jika memungkinkan.

Minum teh sambil makan memang dapat menghambat penyerapan zat besi dari makanan, terutama zat besi non-heme. Namun, hal ini tidak secara langsung memicu anemia jika pola makan Anda seimbang dan kaya akan nutrisi. Dengan mengatur waktu konsumsi teh dan memastikan asupan zat besi yang cukup, Anda dapat tetap menikmati teh tanpa mengkhawatirkan risiko anemia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....