Ibu Hamil Harus Tahu, Begini Perawatan Masa Nifas yang Tepat
- 04 Des 2024 06:35 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun : Bagi ibu yang baru melahirkan, penting mengetahui bagaimana perawatan masa nifas yang tepat. Sebab, masa nifas adalah periode penting untuk memulihkan kesehatan dan beradaptasi dengan peran baru sebagai seorang Ibu.
Bidan Ahli Pertama RSUD Dungus, Gustia S.Keb., Bd. menjelaskan, ada tiga fase perkembangan masa nifas. “Yakni fase awal, fase peralihan, dan fase akhir,” ujar dia, saat Penutupan Pendampingan Ibu Hamil di Puskesmas Jetis, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun (26/11/2024).
Jelas Gustia, fase awal masa nifas adalah saat minggu pertama pasca melahirkan, di mana ibu fokus pada pemulihan fisik dan emosional. “Sementara fase peralihan terjadi pada minggu kedua hingga keenam, di mana terjadi penyesuaian pada tubuh dan peran sebagai ibu,” ujar dia.
Untuk, fase akhir ada di minggu keenam hingga enam bulan. “Tubuh kembali ke kondisi normal dan ibu lebih percaya diri,” ujar dia.
Selain itu, Gustia juga menjelaskan, tiga perubahan fisiologis selama masa nifas. Pertama adalah kontraksi rahim. “Rahim kembali ke ukuran semula, ditandai dengan keluarnya lochia,” ujar dia.
Kedua, hormon. “Di mana hormon estrogen dan progesteron menurun drastis, menyebabkan perubahan mood,” ujar Gustia dihadapan puluhan ibu hamil yang menjadi peserta penutupan pendampingan ibu hamil.
Sedangkan ketiga adalah sistem reproduksi. “Serviks dan vagina kembali normal, namun bisa mengalami kekeringan,” ujar dia.
Gustia menyarankan pada ibu nifas melakukan empat perawatan kesehatan. Seperti istirahat cukup. “Jadi, tidur yang cukup akan membantu pemulihan fisik dan mental,” ujar dia.
Lalu nutrisi seimbang dengan konsumsi makanan bergizi seimbang untuk mendukung produksi ASI. “Jangan lupa merawat kebersihan diri. Jaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar untuk mencegah infeksi,” ucap Gustia.
Dan yang keempat adalah kontrol medis. “Melakukan kontrol medis rutin diperlukan untuk memantau kondisi kesehatan,” ucap dia.
Gustia juga menyarakan ibu nifas untuk melakukan perawatan payudara dan pemberian ASI eksklusif. “Pelajari teknik menyusui yang benar untuk memaksimalkan produksi ASI. Jaga kebersihan payudara dengan air hangat dan lap bersih. Dan berikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi untuk kesehatan optimal,” ujar dia.
Untuk mencegah komplikasi dan pemantauan kebugaran, Gustia menyarankan ibu nifas untuk memantau suhu tubuh guna deteksi infeksi, memantau tekanan darah untuk pencegahan hipertensi postpartum, dan memantau kontraksi rahim untuk mencegah pendarahan pascapersalinan.
Pada kegiatan Penutupan Pendampingan Ibu Hamil tersebut, Gustia juga menjelaskan perawatan psikologis terkait baby blues. Selain itu, RSUD Dungus juga melakukan pemeriksaan hemoglobin (Hb) untuk mengetahui adakah ibu hamil yang anemia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....