Kelompok Orang yang Tak Boleh Makan Terong, Bisa Berbahaya bagi Kesehatan

  • 24 Okt 2024 10:53 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Terong merupakan salah satu jenis sayuran yang sering diolah menjadi berbagai hidangan lezat di banyak negara, termasuk Indonesia. Selain rasanya yang khas, terong juga dikenal memiliki kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan, seperti serat, vitamin C, vitamin K, dan antioksidan. Namun, meski terong memiliki berbagai manfaat, ternyata ada beberapa kelompok orang yang disarankan untuk menghindari atau membatasi konsumsi terong karena alasan kesehatan. Dalam kasus tertentu, makan terong justru bisa berbahaya.

1. Orang dengan Alergi Terong

Meskipun jarang, beberapa orang bisa memiliki reaksi alergi terhadap terong. Terong termasuk dalam keluarga nightshade (Solanaceae), yang juga mencakup tomat, paprika, dan kentang. Bagi mereka yang alergi terhadap sayuran dalam keluarga ini, konsumsi terong bisa memicu gejala alergi seperti gatal-gatal, pembengkakan pada bibir, lidah, atau tenggorokan, hingga gangguan pernapasan. Jika seseorang mengalami gejala-gejala tersebut setelah makan terong, segera hentikan konsumsi dan konsultasikan dengan dokter.

2. Penderita Masalah Ginjal

Terong mengandung kadar oksalat yang cukup tinggi. Oksalat adalah senyawa alami yang ditemukan dalam berbagai makanan dan dapat memicu pembentukan batu ginjal, terutama pada orang yang sudah memiliki masalah ginjal atau kecenderungan untuk mengembangkan batu ginjal. Oleh karena itu, orang yang memiliki riwayat atau risiko tinggi batu ginjal disarankan untuk membatasi konsumsi terong dan makanan lain yang kaya oksalat.

3. Orang dengan Masalah Sendi: Penderita Arthritis

Terong termasuk dalam kategori nightshade yang mengandung solanin, senyawa yang diduga dapat memperburuk gejala radang sendi (arthritis) pada beberapa orang. Meskipun belum ada bukti ilmiah yang kuat tentang keterkaitan antara solanin dan peradangan sendi, beberapa orang dengan arthritis melaporkan bahwa gejala mereka memburuk setelah mengonsumsi makanan dari kelompok nightshade, termasuk terong. Bagi penderita arthritis yang merasa kondisi mereka memburuk setelah makan terong, ada baiknya menghindari atau membatasi konsumsi sayuran ini.

4. Penderita Gangguan Pencernaan

Orang yang memiliki gangguan pencernaan, seperti irritable bowel syndrome (IBS) atau gastritis, mungkin perlu berhati-hati dengan konsumsi terong. Terong bisa menyebabkan kembung, gas berlebih, atau gangguan perut pada beberapa orang, terutama jika dimakan dalam jumlah besar atau tidak diolah dengan benar. Senyawa yang ada dalam kulit terong, seperti solanin, juga bisa menyebabkan iritasi pada lapisan lambung.

5. Wanita Hamil atau Menyusui

Meskipun terong tidak berbahaya secara umum bagi wanita hamil atau menyusui, beberapa ahli gizi menyarankan agar konsumsi terong dalam jumlah besar sebaiknya dihindari selama masa kehamilan, terutama pada trimester pertama. Hal ini karena terong dipercaya memiliki sifat stimulan yang dapat memicu kontraksi rahim dalam beberapa kondisi. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mendukung klaim ini.

Terong pada dasarnya adalah sayuran yang bermanfaat bagi kebanyakan orang, namun ada beberapa kelompok yang harus lebih berhati-hati atau membatasi konsumsinya. Bagi orang dengan alergi, masalah ginjal, arthritis, gangguan pencernaan, atau yang sedang hamil, terong bisa menimbulkan risiko kesehatan. Jika Anda termasuk dalam kelompok-kelompok ini dan merasa khawatir, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan ahli gizi atau dokter sebelum mengonsumsi terong dalam jumlah besar.

Sebagai langkah bijak, selalu perhatikan bagaimana tubuh Anda bereaksi setelah mengonsumsi makanan tertentu, termasuk terong. Mengonsumsi makanan dengan seimbang dan memperhatikan kebutuhan tubuh masing-masing adalah kunci untuk menjaga kesehatan yang optimal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....