e-Plantasia Mobile Apps: Identifikasi Flora lewat Genggaman
- 11 Sep 2026 05:42 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Mengenal keanekaragaman tumbuhan kini tak harus selalu mengandalkan buku atau pencarian informasi yang tersebar di berbagai sumber. Tim Penelitian Fundamental Reguler dari Universitas PGRI Madiun (UNIPMA) menghadirkan e-Plantasia, aplikasi digital berbasis mobile yang dirancang untuk memudahkan masyarakat, pelajar, mahasiswa, dan peneliti mengenali serta mempelajari keanekaragaman flora. Teknolgi ini dikembangan mulai bulan Mei-Agustus 2026.
e-Plantasia dikembangkan oleh Ir. Ani Sulistyarsi, MM. M.Si., Drs. R. Bekti Kiswardianta, M.Pd., Hani Atun Mumtahana, M.Kom., dan Alim Citra Aria Bima, M.Kom. Produk ini menjadi bagian dari upaya pemanfaatan teknologi digital untuk mendokumentasikan kekayaan flora sekaligus mendukung pembelajaran biologi berbasis potensi lokal.
Platform e-Plantasia sebelumnya dikembangkan sebagai database digital keanekaragaman tumbuhan di wilayah Karesidenan Madiun. Informasi yang tersedia mencakup data tumbuhan berdasarkan lokasi, jenis, dan famili, dilengkapi informasi pendukung yang membantu pengguna memahami karakteristik flora. Kini, pengembangan dalam bentuk mobile apps membuat akses informasi tersebut semakin praktis. Aplikasi dapat dipasang pada smartphone sehingga pengguna dapat mengakses informasi flora kapan saja dan di mana saja.
Salah satu fitur utama e-Plantasia adalah Jelajah e-Plantasia. Pengguna dapat mencari informasi tumbuhan berdasarkan wilayah, jenis maupun famili. Sistem tersebut dirancang agar pencarian informasi menjadi lebih terstruktur dan mudah digunakan. Pengguna dapat mempelajari berbagai ciri tumbuhan, seperti bentuk daun, batang, bunga, habitat, hingga informasi mengenai lokasi persebarannya.
“Tidak hanya nama tumbuhan, informasi yang disajikan juga berkaitan dengan klasifikasi ilmiah dan karakteristik morfologi, mempermudah kami dalam pembelajaran biologi” ungkap Linda Yuhanna, selaku user dan pendidik.
Kehadiran informasi tersebut membuat e-Plantasia tidak hanya berfungsi sebagai aplikasi informasi flora, tetapi juga berpotensi menjadi sumber belajar digital dalam pembelajaran biologi. Penggunaan e-Plantasia juga diarahkan untuk memperkuat literasi sains. Penelitian implementasi platform tersebut pada pembelajaran Botani menempatkan e-Plantasia sebagai sumber belajar digital untuk membantu mahasiswa memahami pengetahuan, proses, konteks, dan sikap ilmiah.
Bagi pelajar dan mahasiswa, aplikasi ini dapat digunakan sebagai pendamping ketika melakukan pengamatan tumbuhan di lingkungan sekitar. Sementara bagi masyarakat umum, e-Plantasia dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal kekayaan flora lokal secara lebih dekat. Dokumentasi flora melalui platform digital juga memiliki nilai penting bagi upaya konservasi. Data tumbuhan yang tersusun berdasarkan lokasi dapat menjadi sumber informasi untuk mendukung penelitian, pendidikan, serta pengembangan strategi pelestarian keanekaragaman hayati.
Mahasiswa Pendidikan Biologi UNIPMA, Ananda Sabrina, mengatakan pengembangan e-Plantasia menunjukkan bahwa smartphone tidak hanya menjadi perangkat komunikasi dan hiburan. Perangkat yang digunakan sehari-hari tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar, eksplorasi lingkungan, dan pengenalan keanekaragaman hayati.
“Belajar botani menjadi lebih mudah, praktis dan menyenangkan” ungkap Ananda Sabrina, mahasiswa Pendidikan Biologi UNIPMA
Aplikasi mobile e-Plantasia, kekayaan flora Karesidenan Madiun diharapkan semakin mudah dikenal oleh generasi muda. Teknologi digital pun tidak berhenti sebagai alat, tetapi menjadi jembatan untuk mendekatkan masyarakat dengan lingkungan dan kekayaan hayati di sekitarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....