WhatsApp Diretas? Ini Tanda yang Harus Segera Anda Cek
- 24 Agt 2026 16:31 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – WhatsApp menjadi salah satu aplikasi komunikasi yang banyak digunakan untuk bertukar pesan, foto, dokumen hingga informasi penting. Namun, tingginya penggunaan aplikasi ini juga membuat akun WhatsApp menjadi sasaran para pelaku kejahatan siber.
Peretasan atau pengambilalihan akun WhatsApp dapat terjadi melalui berbagai modus, mulai dari pencurian kode verifikasi, tautan phishing, hingga perangkat asing yang ditautkan ke akun. Jika tidak segera ditangani, akun yang telah dikuasai pelaku dapat dimanfaatkan untuk menipu keluarga, teman, maupun rekan kerja.
Laporan Kaspersky menyebutkan terdapat sejumlah tanda yang dapat menunjukkan akun WhatsApp telah disusupi. Salah satunya adalah pengguna menerima balasan atas pesan yang sebenarnya tidak pernah dikirim.
Kaspersky juga mencatat tanda lainnya, seperti teman mengeluhkan adanya pesan aneh dari nomor pengguna, terdapat pesan yang terhapus tanpa sepengetahuan pemilik akun, serta muncul kode verifikasi WhatsApp yang tidak pernah diminta. Perubahan foto profil, nama atau informasi akun secara tiba-tiba juga patut dicurigai.
“Your friends complain about strange messages coming from your account,” tulis Kaspersky dalam panduannya mengenai akun WhatsApp yang diretas.
Berikut sejumlah tanda yang perlu diperhatikan pengguna:
1. Muncul pesan yang tidak pernah dikirim
Jika terdapat pesan keluar yang tidak pernah dibuat atau dikirim sendiri, pengguna perlu segera memeriksa keamanan akun.
2. Teman menerima pesan mencurigakan
Teman atau keluarga tiba-tiba menerima pesan dari nomor WhatsApp Anda yang berisi permintaan uang, tautan, kode tertentu, atau informasi yang tidak biasa. Kondisi ini dapat menjadi tanda akun telah digunakan pihak lain.
3. Mendapatkan kode verifikasi tanpa meminta
Kode verifikasi yang tiba-tiba masuk melalui SMS atau WhatsApp, padahal pengguna tidak sedang melakukan proses login, patut diwaspadai. Jangan pernah memberikan kode tersebut kepada orang lain.
4. Ada perangkat asing di menu Perangkat Tertaut
Periksa menu Perangkat Tertaut (Linked Devices) secara berkala. Jika terdapat komputer, browser, atau perangkat yang tidak dikenali, segera keluarkan perangkat tersebut dari akun.
5. Foto profil, nama, atau status berubah sendiri
Perubahan informasi akun tanpa dilakukan pemilik juga dapat menjadi indikator adanya akses tidak sah.
6. Tiba-tiba keluar dari akun
Salah satu tanda yang paling jelas adalah ketika pengguna tidak dapat mengakses WhatsApp karena akun telah didaftarkan pada perangkat lain. Kaspersky menyebut kondisi tersebut sebagai salah satu indikasi paling kuat bahwa akun telah diambil alih.
Bagaimana Hacker Bisa Mengambil Alih Akun?
Salah satu modus yang perlu diwaspadai adalah phishing. Pelaku dapat mengirimkan tautan yang mengatasnamakan voting, hadiah, undangan, atau berbagai layanan lainnya. Korban kemudian diarahkan ke halaman palsu dan diminta memasukkan nomor telepon maupun kode tertentu.
Kaspersky pada Oktober 2025 mengungkap modus phishing melalui ajakan mengikuti voting. Dalam skenario tersebut, korban diarahkan untuk memasukkan kode yang pada akhirnya digunakan pelaku untuk menautkan perangkat mereka ke akun WhatsApp korban.
Ancaman juga masih berkembang. Pada Juni 2026, Kaspersky melaporkan kampanye malware yang menyebarkan file berbahaya melalui WhatsApp Desktop dan WhatsApp Web. Pesan tersebut dapat terlihat seolah-olah berasal dari kontak yang sudah dikenal karena menggunakan akun WhatsApp yang sebelumnya telah dikompromikan.
“Attackers are exploiting trust within messaging platforms by using compromised WhatsApp accounts to deliver malicious attachments that appear to originate from known contacts,” kata Kaspersky.
Langkah yang Harus Dilakukan
Jika menemukan aktivitas mencurigakan, pengguna disarankan segera membuka WhatsApp > Setelan/Pengaturan > Perangkat Tertaut dan mengeluarkan perangkat yang tidak dikenal.
Jika sudah kehilangan akses, lakukan registrasi ulang menggunakan nomor telepon yang terhubung dengan akun WhatsApp dan masukkan kode verifikasi resmi yang diterima melalui SMS atau panggilan. Setelah berhasil mengambil kembali akun, pengguna juga perlu memberi tahu kontak agar mengabaikan pesan mencurigakan yang mungkin dikirim pelaku.
Untuk memperkuat keamanan, aktifkan verifikasi dua langkah dan jangan pernah membagikan kode verifikasi maupun PIN kepada siapa pun. Kaspersky juga merekomendasikan penggunaan passkey jika fitur tersebut tersedia pada akun pengguna.
Pada akhirnya, kewaspadaan menjadi salah satu perlindungan utama dalam menjaga akun WhatsApp. Jangan mudah percaya pada tautan, voting, hadiah, maupun permintaan kode yang datang melalui pesan, bahkan ketika pesan tersebut tampak berasal dari orang yang dikenal. (DMR)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....