Guru BK Kabupaten Madiun Diperkuat melalui Inovasi Kotak Konseling Sensorik

  • 15 Agt 2026 07:20 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun- Guru Bimbingan dan Konseling (BK) di Kabupaten Madiun mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan kemampuan dalam memberikan layanan konseling yang lebih inklusif dan responsif terhadap keberagaman kebutuhan peserta didik.

Pendampingan melalui inovasi Kotak Konseling Sensorik sebagai Media Layanan Konseling Inklusif tersebut dilaksanakan selama tiga hari, Senin hingga Rabu, 10–12 Agustus 2026, di SMP Negeri 1 Balerejo, Kabupaten Madiun.

Kegiatan didanai Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Madiun Tahun 2026 dan dilaksanakan melalui kerja sama dengan Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Kabupaten Madiun.

Salah satu fokus utama kegiatan adalah membekali guru BK agar mampu menghadirkan layanan yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga menggunakan media yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik.

“Layanan BK di sekolah inklusi perlu mampu mengakomodasi keberagaman karakteristik, potensi, dan kebutuhan peserta didik. Karena itu, guru BK perlu memiliki pemahaman sekaligus media yang dapat mendukung layanan secara lebih adaptif,”

jelas Dr. Rischa Pramudia Trisnani, S.Pd., M.Pd.

Pelatihan hari pertama, Senin, 1 Agustus 2026, diisi dengan materi mengenai layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah inklusi yang disampaikan Dr. Rischa Pramudia Trisnani, S.Pd., M.Pd.

Pada hari kedua, Selasa, 11 Agustus 2026, peserta mendapatkan materi pendampingan media untuk anak berkebutuhan khusus yang disampaikan Silvia Yula Wardani, S.Pd., M.Pd. Materi tersebut memberikan wawasan mengenai pemanfaatan media yang lebih menarik, konkret, dan adaptif dalam mendukung layanan BK.

“Media dalam layanan BK dapat menjadi sarana untuk membantu guru memberikan layanan yang lebih konkret dan menarik, terutama ketika berhadapan dengan peserta didik yang memiliki kebutuhan yang beragam,” terang Silvia Yula Wardani, S.Pd., M.Pd.

Sementara itu, pada hari ketiga, Rabu, 12 Agustus 2026, peserta mengikuti pendampingan praktik pembuatan Kotak Konseling Sensorik yang dipandu Dr. Noviyanti Kartika Dewi, S.Pd., M.Pd.

Dalam sesi tersebut, guru BK tidak hanya diperkenalkan pada konsep Kotak Konseling Sensorik, tetapi juga mendapatkan pengalaman dalam merancang dan mengembangkan media yang dapat digunakan dalam layanan konseling inklusif.

“ Melalui praktik secara langsung, guru BK diharapkan tidak hanya memahami konsep Kotak Konseling Sensorik, tetapi juga mampu mengembangkan dan menerapkannya sesuai kebutuhan peserta didik di sekolah masing-masing," kata Dr. Noviyanti Kartika Dewi, S.Pd., M.Pd.

Rangkaian kegiatan tersebut dilakukan secara bertahap, mulai dari penguatan konsep layanan BK inklusif, pemahaman mengenai media untuk anak berkebutuhan khusus, hingga praktik pembuatan Kotak Konseling Sensorik.

Kolaborasi LPPM Universitas PGRI Madiun dan MGBK Kabupaten Madiun ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi guru BK sekaligus mendorong lahirnya inovasi dalam layanan bimbingan dan konseling.

Dengan adanya inovasi tersebut, guru BK diharapkan semakin mampu memberikan layanan yang kreatif, adaptif, dan inklusif sehingga dapat menjangkau keberagaman karakteristik serta kebutuhan peserta didik di sekolah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....