Program PKL SMK Negeri 1 Gemarang Siapkan Siswa Hadapi Dunia Kerja

  • 17 Jul 2026 07:24 WIB
  •  Madiun

Gemarang, Madiun – SMK Negeri 1 Gemarang kembali melaksanakan Program Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi siswa kelas XI sebagai upaya meningkatkan keterampilan dan kesiapan peserta didik menghadapi dunia kerja. Program ini berlangsung selama enam bulan, mulai 2 Juni hingga 30 November 2026.

Kepala SMK Negeri 1 Gemarang, Joseph Irwantoko, menjelaskan bahwa PKL merupakan bagian dari kurikulum pendidikan kejuruan yang wajib diikuti siswa. Melalui program tersebut, siswa dapat mempraktikkan ilmu yang telah dipelajari di sekolah sekaligus menyesuaikannya dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

“PKL bertujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa, memastikan kesesuaian antara pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan industri, serta melatih kemampuan komunikasi dan kerja sama di lingkungan kerja,” ujarnya.

Pada tahun ini, peserta PKL berasal dari kelas XI berbagai kompetensi keahlian, yaitu Teknik Kendaraan Ringan, Desain Komunikasi Visual (DKV), Akuntansi, dan Teknik Alat Berat. Khusus jurusan Teknik Alat Berat, tahun ini menjadi angkatan pertama yang mengikuti PKL karena program tersebut baru dibuka satu tahun sebelumnya.

Menurut Joseph, proses penempatan siswa ke lokasi PKL telah dipersiapkan sejak tiga bulan sebelumnya. Sekolah bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha, dunia industri, dan instansi pemerintahan. Lokasi PKL tersebar di Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Ngawi, dan Nganjuk. Pemilihan lokasi tersebut mempertimbangkan kondisi ekonomi orang tua siswa agar tidak terbebani biaya tambahan seperti kos atau tempat tinggal sementara.

Ia menegaskan bahwa PKL memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa. Selain meningkatkan kemampuan teknis sesuai jurusan masing-masing, program ini juga melatih kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan komunikasi, serta kerja sama tim yang dibutuhkan di dunia kerja.

“Anak-anak perlu memahami bahwa keberhasilan di dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh keterampilan teknis, tetapi juga oleh kedisiplinan, komunikasi yang baik, dan kemampuan berkolaborasi dengan berbagai pihak,” jelasnya.

Selama pelaksanaan PKL, sekolah tetap melakukan pengawasan melalui guru pembimbing, komunikasi dengan pembimbing dari dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta pemantauan kehadiran dan jurnal kegiatan siswa. Sekolah juga memberikan pembekalan mengenai keselamatan kerja dan memastikan siswa mendapatkan perlindungan asuransi selama menjalani PKL.

Joseph berharap seluruh peserta PKL dapat menjalani program dengan baik, memperoleh pengalaman kerja yang berharga, serta mengembangkan keterampilan dan budaya kerja yang akan menjadi bekal setelah lulus.

“Melalui PKL, siswa diharapkan tidak lagi kaget saat memasuki dunia kerja karena telah memiliki pengalaman langsung selama enam bulan di lingkungan kerja yang sesungguhnya,” pungkasnya.

(JOVITA ANINDYA).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....