Kenapa Daging Sapi Disebut Beef, Bukan Cow? ternyata Ini Alasannya

  • 10 Jul 2026 15:37 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Banyak orang yang belajar bahasa Inggris sering bertanya-tanya, mengapa daging sapi disebut beef, bukan cow. Padahal, hewan yang menghasilkan daging tersebut adalah cow atau sapi.

Ternyata, perbedaan ini bukan sekadar aturan bahasa, melainkan memiliki latar belakang sejarah yang panjang. Mengutip dari Teen Vouge, awabannya ternyata bukan sekadar soal kuliner, melainkan berkaitan erat dengan perang, perbedaan kelas sosial, dan perkembangan bahasa Inggris selama berabad-abad.

Menurut para ahli bahasa, penggunaan kata beef bermula setelah Penaklukan Norman (Norman Conquest) pada tahun 1066. Saat itu, Inggris dikuasai oleh bangsa Norman yang berasal dari wilayah Prancis dan menggunakan bahasa Norman French.

Masyarakat Inggris dari kalangan petani tetap menggunakan bahasa Inggris Kuno (Old English). Mereka bertugas memelihara ternak sehingga menyebut hewan tersebut dengan kata cow.

Sementara itu, para bangsawan Norman yang mengonsumsi daging di meja makan menggunakan bahasa Prancis. Mereka menyebut daging sapi sebagai boef, yang kemudian berkembang menjadi beef dalam bahasa Inggris modern.

Akibat perbedaan kelas sosial tersebut, nama hewan dan nama dagingnya menjadi berbeda hingga sekarang.

Ahli linguistik dari Universitas Oxford menjelaskan bahwa banyak istilah makanan dalam bahasa Inggris berasal dari bahasa Prancis akibat pengaruh pemerintahan Norman. Sementara nama hewan ternak tetap berasal dari bahasa Anglo-Saxon yang digunakan masyarakat Inggris.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana sejarah, budaya, dan struktur sosial dapat membentuk kosakata suatu bahasa selama berabad-abad.

Tidak Hanya Beef

Hal yang sama juga terjadi pada beberapa jenis daging lainnya.

  • Cow (sapi) → Beef
  • Calf (anak sapi) → Veal
  • Pig (babi) → Pork
  • Sheep (domba) → Mutton
  • Deer (rusa) → Venison

Nama hewannya berasal dari bahasa Inggris Kuno, sedangkan nama dagingnya banyak dipengaruhi bahasa Prancis.

Mengapa Chicken Tetap Chicken?

Menariknya, ayam menjadi pengecualian. Kata chicken digunakan baik untuk menyebut hewan maupun dagingnya.

Sejumlah sejarawan bahasa menduga hal ini karena ayam merupakan makanan yang dikonsumsi hampir semua kalangan masyarakat, baik petani maupun bangsawan. Akibatnya, tidak terjadi pemisahan istilah yang kuat seperti pada sapi, babi, atau domba.

Meski demikian, bahasa Inggris juga mengenal istilah poultry, tetapi kata ini lebih merujuk pada unggas secara umum atau industri perunggasan, bukan nama daging ayam yang disajikan sebagai makanan.

Menurut Oxford English Dictionary dan berbagai kajian etimologi, kata beef berasal dari bahasa Anglo-Norman boef, yang berasal dari bahasa Prancis Kuno, lalu berakar dari bahasa Latin bos atau bovis yang berarti sapi.

Sementara kata cow berasal dari bahasa Inggris Kuno cu, yang memiliki akar dari rumpun bahasa Jermanik.

Perbedaan asal-usul inilah yang membuat bahasa Inggris memiliki dua istilah berbeda untuk hewan dan dagingnya.

Daging sapi disebut beef, bukan cow, karena pengaruh sejarah Penaklukan Norman pada abad ke-11. Kalangan petani yang memelihara ternak menggunakan kata cow, sedangkan kaum bangsawan yang mengonsumsi daging memakai istilah dari bahasa Prancis, yaitu boef, yang kemudian berubah menjadi beef.

Hingga kini, warisan sejarah tersebut masih bertahan dalam bahasa Inggris modern dan menjadi salah satu contoh paling menarik tentang bagaimana sejarah dapat memengaruhi kosakata sehari-hari.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....