Kolaborasi Guru Lintas Generasi Dukung Transformasi Digital di Sekolah Dasar
- 30 Jun 2026 14:50 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Transformasi pendidikan berbasis teknologi tidak hanya membutuhkan kesiapan siswa, tetapi juga kolaborasi antarguru dari berbagai generasi. Perbedaan pengalaman dan cara pandang dinilai dapat menjadi kekuatan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
Guru Sekolah Dasar (SD), Defi Rue Rochma, S.Pd.SD., mengatakan guru senior tidak dituntut untuk menguasai seluruh perangkat atau aplikasi digital. Menurutnya, proses adaptasi teknologi sebaiknya dilakukan melalui kerja sama antargenerasi, bukan dengan memberikan tuntutan yang berlebihan.
“Guru senior bukan berarti harus menguasai semua software, yang dibutuhkan justru kolaborasi lintas generasi. Di sekolah ada generasi Baby Boomers, Generasi X, milenial, sampai Gen Z, sehingga kita harus saling melengkapi,” ujar Defi.
Ia menjelaskan bahwa guru senior memiliki pengalaman panjang dalam dunia pendidikan, khususnya dalam aspek pedagogik, manajemen kelas, dan pendekatan emosional kepada peserta didik. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting yang tidak dapat digantikan oleh teknologi.
Sementara itu, guru yang lebih muda berperan dalam mengimplementasikan berbagai inovasi digital di sekolah. Pembagian peran tersebut dinilai mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Kalau membuat sebuah program, guru senior kami ajak memberikan masukan. Kemudian yang mengeksekusi bisa guru-guru yang lebih muda. Jadi kami saling menguatkan dan saling menghargai kemampuan masing-masing,” katanya.
Defi berharap budaya kolaborasi terus dibangun di lingkungan sekolah. Dengan menggabungkan pengalaman guru senior dan kemampuan digital generasi muda, transformasi pendidikan dapat berjalan lebih optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....