Anak Muda Didorong Ambil Perandalam Pengembangan P2L di Perkotaan

  • 26 Mei 2026 15:30 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Keterlibatan generasi muda dinilai menjadi kunci pengembangan Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di masa depan. Anak muda diharapkan mampu membawa inovasi teknologi sekaligus memperluas pemberdayaan masyarakat.

Kaprodi Fakultas Pertanian Universitas Merdeka Madiun, Ir Ratna Mustika Wardhani MP, mengatakan pelaksanaan P2L selama ini masih banyak didominasi masyarakat usia lanjut.

Kesibukan kerja membuat kelompok usia produktif belum banyak terlibat dalam pengelolaan pekarangan pangan. Berdasarkan hasil penelitian mahasiswa, sebagian besar penggerak program P2L berasal dari kalangan berusia di atas 50 tahun.

Mereka umumnya memiliki waktu lebih longgar setelah memasuki masa purna tugas. Ratna menilai kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pengembangan pertanian perkotaan. Dibutuhkan keterlibatan generasi muda agar inovasi budidaya dan pemasaran semakin berkembang.

“Harapannya anak-anak muda ini lebih tertarik karena teknologi semakin maju. Informasi pertanian sekarang jauh lebih mudah diakses,” kata Ratna dalam program Green Radio RRI Madiun, kemarin.

Menurutnya, generasi muda memiliki keunggulan dalam pemanfaatan teknologi digital. Pengetahuan mengenai hidroponik, greenhouse, pemasaran daring, hingga inovasi budidaya modern dapat membantu memperluas penerapan P2L.

Ratna mencontohkan sudah ada anak muda yang mengembangkan budidaya pekarangan menggunakan konsep greenhouse sederhana. Pemanfaatan teknologi tersebut dinilai mampu menarik minat masyarakat untuk mencoba bercocok tanam.

Selain teknologi budidaya, pemasaran hasil pertanian juga dinilai memerlukan keterlibatan generasi muda. Produk hasil pekarangan dapat dipasarkan melalui media sosial, kegiatan car free day, maupun jejaring komunitas lokal.

“Pertanian sebenarnya tidak pernah berhenti. Tinggal bagaimana kita memahami alur pemasaran dan pengembangannya,” ujarnya.

Ratna berharap semakin banyak generasi muda mulai memanfaatkan pekarangan rumah untuk kegiatan produktif. Kehadiran anak muda diyakini dapat memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan keluarga, sekaligus mendorong pertanian perkotaan yang lebih inovatif.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....