Ini Tanda Kulit Tidak Cocok dengan Skincare Baru!

  • 30 Apr 2026 18:56 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Penggunaan produk skincare baru yang sedang tren di media sosial kerap menimbulkan berbagai reaksi pada kulit, mulai dari jerawat, beruntusan, hingga kemerahan. Namun, tidak semua reaksi tersebut menandakan ketidakcocokan produk.

Melansir dari kanal YouTube dr. Kamilah Jaidi, MARS, Dipl. AAAM, masyarakat perlu memahami perbedaan antara purging dan breakout agar tidak salah mengambil langkah dalam penanganan kondisi kulit saat menjalani perawatan.

“Banyak banget yang bingung, apakah ini reaksi yang wajar, tidak cocok, purging, atau breakout,” ujar dr. Kamilah dalam videonya.

Menurutnya, purging merupakan reaksi yang masih normal ketika seseorang menggunakan produk dengan kandungan aktif seperti AHA, BHA, peeling serum, retinol, atau turunan vitamin A. Reaksi ini biasanya muncul dalam satu hingga delapan minggu pertama pemakaian.

Ia menjelaskan, purging umumnya terjadi di area wajah yang sebelumnya memang sering berkomedo. Misalnya, seseorang yang sering mengalami komedo di dahi lalu muncul jerawat kecil di area tersebut setelah memakai produk eksfoliasi.

“Kalau muncul jerawat di area yang memang biasanya berkomedo, itu masih wajar,” katanya.

Namun, jika jerawat muncul di area yang sebelumnya jarang bermasalah, jumlahnya banyak, disertai kemerahan, dan berlangsung lebih dari delapan minggu, kondisi itu dinilai sebagai breakout atau tanda kulit tidak cocok dengan produk.

“Kalau durasinya lebih dari delapan minggu, hentikan penggunaannya. Itu tandanya bukan purging lagi, tapi breakout,” tegasnya.

Selain itu, dr. Kamilah mengingatkan bahwa sensasi terbakar, kulit terkelupas, atau iritasi saat memakai skincare aktif bisa menjadi tanda skin barrier sedang terganggu. Untuk mengatasinya, ia menyarankan menghentikan sementara produk aktif dan fokus memperbaiki skin barrier menggunakan pelembap, sunscreen, serta pembersih wajah yang lembut selama dua minggu.

Ia juga menekankan pentingnya memilih pelembap sesuai jenis kulit. Kulit berminyak disarankan menggunakan pelembap bertekstur ringan, sedangkan kulit kering lebih cocok memakai tekstur krim yang lebih kental. dr. Kamilah mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergoda tren skincare viral di media sosial tanpa memahami kebutuhan kulit masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....