Tantangan Urban Farming dalam Pemanfaatan Sampah di Perkotaan

  • 28 Apr 2026 11:17 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Keberhasilan urban farming di wilayah perkotaan dinilai tidak hanya bergantung pada lahan dan teknologi, tetapi juga pola pikir masyarakat. Hal itu disampaikan Ir. Wuryantoro, M.P. saat menjadi narasumber Green Radio Pro 1 RRI Madiun.

Menurutnya, tantangan terbesar penerapan urban farming adalah mengubah kebiasaan masyarakat yang cenderung konsumtif menjadi lebih produktif. Banyak warga masih memilih membeli kebutuhan pangan tanpa mencoba menanam sendiri.

“Tantangan yang paling dihadapi menurut saya berkaitan dengan masalah mental, bagaimana mengubah mindset masyarakat dari budaya konsumtif menjadi budaya produktif,” ujarnya.

Ia menilai masyarakat perlu disadarkan bahwa lingkungan sekitar memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan. Pekarangan rumah, halaman sempit, maupun lahan kosong masih dapat dimanfaatkan untuk menanam.

Selain itu, Wuryantoro menekankan pentingnya sosialisasi berkelanjutan dari pemerintah hingga tingkat RT dan RW. Program urban farming, menurutnya, perlu didukung contoh nyata di lapangan.

“Perlu pelatihan terus-menerus, perlu sosialisasi terus-menerus, dan perlu percontohan agar masyarakat percaya,” katanya.

Wuryantoro menambahkan, pengelolaan sampah rumah tangga juga harus dilakukan berjenjang. Tidak semua jenis sampah bisa ditangani di tingkat rumah tangga, sehingga diperlukan kerja sama antarwilayah.

Dengan perubahan pola pikir dan dukungan bersama, urban farming diyakini mampu menjadi solusi lingkungan sekaligus meningkatkan ketahanan pangan keluarga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....