SMADA Raih Juara 3 Nasional Lomba Esai
- 15 Des 2025 09:43 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun: Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa SMAN 2 Madiun (SMADA). Tiga siswa berbakat, Brazil, Erin, dan Owen, berhasil meraih Juara 3 Lomba Esai “We Stand” Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) Tingkat Nasional. Kompetisi ini mengangkat tema besar keselamatan (safety) dan inovasi perlindungan terhadap korban kekerasan seksual.
Karya esai yang mengantarkan mereka ke podium nasional berjudul inovasi “Gelang Savety”, sebuah gelang pintar berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk perlindungan dan pemberdayaan korban kekerasan seksual secara real time. Gelang ini dilengkapi dengan berbagai teknologi yang memungkinkan pengguna mendapatkan perlindungan cepat saat berada dalam situasi berbahaya.
Owen mengungkapkan bahwa awalnya keikutsertaan mereka berangkat dari rasa iseng atau coba-coba. Namun, dari proses tersebut lahir gagasan serius yang dikembangkan dengan matang.
“Kita membuat inovasi seperti gelang tetapi berbasis IoT. Di dalamnya ada beberapa teknologi untuk menjaga penggunanya,” ujarnya saat siaran obrolan Sore Ceria PRO 2 Madiun.
Menariknya, keseluruhan proses pengerjaan esai dan konsep inovasi tersebut hanya memakan waktu empat hari. Erin menambahkan bahwa ide awal sebenarnya bukan berupa gelang melainkan aplikasi. Namun, setelah melalui diskusi dan pencarian referensi, mereka merasa konsep itu kurang klik. Gelang ini dinilai lebih efektif karena bisa digunakan secara langsung tanpa harus membuka aplikasi di ponsel dalam situasi darurat.
“Awalnya kami tidak membuat gelang, tetapi aplikasi berbasis AI. Jika terjadi kekerasan seksual atau hal berbahaya lainnya, pengguna—terutama perempuan—bisa langsung melapor melalui aplikasi tersebut. Akhirnya kami mencari sesuatu yang berbeda, mudah dibawa ke mana-mana, dan fiturnya juga lebih praktis. Dari situ kami memutuskan membuat Gelang Savety,” lanjut Erin.
Prestasi ini terasa semakin istimewa mengingat pengalaman lomba yang masih minim. Erin mengaku baru dua kali mengikuti lomba esai, sementara Brazil bahkan baru pertama kali. Meski demikian, keterbatasan pengalaman tidak menghalangi mereka untuk bersaing di tingkat nasional. Keberhasilan Brazil, Erin, dan Owen diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk terus berinovasi, peka terhadap isu sosial, serta berani mencoba hal baru.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....