Smartband “She Cure” Juara 1 Nasional di FKUB

  • 15 Des 2025 09:41 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: Inovasi bertajuk “She Cure” mengantar trio SMADA (SMAN 2 Madiun) meraih Juara 1 Lomba Esai “We Stand” Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) Tingkat Nasional. Ketiga siswa tersebut adalah Naura, Masa, dan Belva. Sementara “She Cure” merupkan sebuah self-secure smartband untuk perlindungan perempuan.

Lomba esai “We Stand” tahun ini mengangkat tema perlindungan perempuan, yang mendorong ketiganya untuk menghadirkan solusi inovatif berbasis teknologi. Saat siaran obrolan Sore Ceria PRO 2 Madiun, Naura menjelaskan bahwa keikutsertaan mereka tidak lepas dari pengalaman sebelumnya.

“Saya sudah pernah ikut event serupa dengan penyelenggara yang berbeda. Kenapa tidak dicoba, apalagi kami sudah kelas XII dan ini bisa menambah portofolio SNBP,” ujarnya.

Informasi lomba tersebut mereka peroleh melalui media sosial Instagram. Selain itu, motivasi mereka semakin kuat setelah mengetahui adanya kakak kelas SMAN 2 Madiun yang lolos FK UB melalui jalur prestasi dari lomba We Stand.

“Dari situ kami jadi mengikuti terus event-nya, kapan dilaksanakan dan apa temanya,” tambah Naura.

Mengusung judul “She Cure”, tim ini merancang smartband keamanan yang terintegrasi dengan aplikasi dan sistem CCTV. Smartband ini dirancang untuk memantau aktivitas perempuan secara real time, terutama saat berada di luar ruangan. Menariknya, sistem “She Cure” terintegrasi dengan CCTV yang terpasang di ruang publik.

“Kalau kita keluar kan ada dua macam CCTV, yang ada di ruang publik dan yang biasa di mall. Smartband ini terhubung dengan CCTV agar pemakai bisa dipantau saat beraktivitas di luar,” jelas Naura.

Proses pencarian ide dilakukan melalui brainstorming. Awalnya, mereka sempat berencana membuat gelang dengan desain lucu. Namun, konsep tersebut dinilai tidak memungkinkan.

“Kalau gelang, susah untuk mencakup ketiga fitur dan terintegrasi dengan aplikasi. Mau segede apa gelangnya? Susah untuk masukin komponennya,” ungkap Naura. Dari sinilah muncul ide smartband yang lebih fungsional.

Masa memaparkan bahwa “She Cure” memiliki tiga keunggulan utama. Pertama, SOS Button yang memungkinkan pengguna mengirim notifikasi darurat kepada keluarga atau orang terdekat. Kedua, She Record, fitur perekam kondisi sekitar pemakai yang dapat dijadikan barang bukti. Ketiga, She Defense, sistem perlindungan diri berupa buzzer alarm dengan suara hingga 120 desibel yang dilengkapi kejut listrik. Smartband ini juga dibekali sensor khusus untuk mendeteksi kondisi bahaya atau ancaman terhadap pemakai.

“Untuk prototipe, secara aplikasi sebenarnya sudah bisa dibuat. Namun untuk pengembangan alat secara fisik, kami masih memerlukan kerja sama lanjutan dengan pihak luar, khususnya di bidang IT,” jelas Masa.

Sementara itu, Belva menuturkan bahwa keberhasilan mereka juga ditunjang oleh pembagian tugas yang jelas. Proses pengerjaan esai ini memakan waktu sekitar satu minggu.

“Naura bagian basic teknologi, saya dan Naura juga menulis cara kerja alatnya, sedangkan penulisan esai secara umum kami kerjakan bersama,” katanya.

Kemenangan ini menjadi bukti bahwa inovasi, kepedulian terhadap isu sosial, dan kerja sama tim mampu mengantarkan pelajar daerah bersaing dan unggul di tingkat nasional. Inovasi “She Cure” diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus solusi nyata dalam upaya meningkatkan keamanan dan perlindungan perempuan di masa depan.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....