Pustara, Inovasi Alat Pembersih Udara yang Antar SiswaMadiun Raih Juara Internasional

  • 10 Nov 2025 10:17 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Tiga pelajar SMA Negeri 2 Kota Madiun merancang alat penyaring udara ramah lingkungan. Alat bernama Pustara atau Purifier System with Solar and piezoelecTRicity for Air-quality based IoT-Sensor for Smart City to realize SDGs 5.0 ini dirancang untuk menyaring udara kotor secara otomatis saat tingkat polusi meningkat.

Inovasi tersebut dikembangkan oleh Muhammad Wilman Hakim (16), Raditya Mierza Pandudewata (17), dan Joanne Callysta Meidy (17). Mereka memanfaatkan kombinasi energi pijakan (piezoelektrik) dan panel surya sebagai sumber tenaga alat penyaring udara tersebut.

"Alatnya bekerja ketika polusi udara terdeteksi tidak aman. Fungsinya untuk menyaring udara. Pas udaranya sudah terdeteksi tidak aman, baru alatnya bekerja," jelas Wilman, Senin (10/11/2025).

Menurut Wilman, alat tersebut cocok untuk diaplikasikan di kawasan yang memiliki aktivitas masyarakat yang tinggi di Kota Madiun, seperti Pahlawan Street Center (PSC) atau kawasan industri Pabrik Gula Redjo Agung.

"Mungkin yang banyak pejalan kaki, karena memanfaatkan tenaga pijakan," lanjutnya.

Ide itu mengantarkan mereka meraih juara kedua dalam ajang International Invention & Innovative Competition (InIIC) Malaysia 2025 yang digelar secara daring. Kompetisi ini diikuti peserta dari berbagai negara dan melalui beberapa tahap seleksi.

Salah satu anggota tim, Raditya Mierza Pandudewata, menuturkan tantangan saat mengikuti kompetisi ini adalah kemampuan bahasa. Hal ini karena tahapan kompetisi dari pengiriman video hingga presentasi karya disampaikan dengan bahasa Inggris.

Meski masih berupa desain, tim berharap PUSTARA dapat dikembangkan lebih lanjut agar benar-benar bisa diterapkan.

"Mungkin ke depannya kalau kita ada project dan mendapatkan izin dari pemerintah bisa saja (red. dibuat). Untuk harapannya semoga dengan adanya alat ini bisa membuat Kota Madiun lebih baik." tutup Raditya.

Wilman dan Raditya mengaku bangga dapat membawa nama Kota Madiun ke kancah internasional. Terlebih, ini merupakan pengalaman pertama mereka mengikuti kompetisi sains di tingkat internasional dan berhasil meraih posisi kedua. (UF).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....