KBRN, Madiun: Era sekarang ini perkembangan digital semakin pesat. Untuk itu, santri diharapkan familiar dengan dunia digital untuk menuju peradaban dunia. Hal ini selaras dengan tema Hari Santri Nasional 2025, “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia.
Ketua Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Madiun Kusnan menyampaikan masyarakat dan santri sekarang ini perlu mengikuti perkembangan teknologi sehingga tidak gagap teknologi-gaptek. Namun demikian, masyarakat perlu bijak dalam menggunakan media sosial. Bahkan media sosial juga dapat dijadikan sarana untuk berdakwah.
Kusnan menegaskan bila dahulu menghadapi penjajah dalam bentuk nyata. Sekarang ini menghadapi penjajah yang tidak tampak di dunia digital.
“Sekarang ini yang dihadapi penjajah yang tidak tampak di dunia maya, penjajah di dunia digital. Nah ini perlu ada counter balik, terkait narasi-narasi negative. Yang kemudian kita juga menggerakkan kepada masyarakat, pemuda, para santri, untuk tanggap terkait perkembangan digital. Bahkan kita juga bisa berdakwah melalui digital. Kita bisa membuat konten-konten kreatif, konten positif dalam rangka mengimbangi narasi-narasi negatif“kata Kusnan saat dialog bersama RRI, Selasa(21/10/2025)
Kusnan menjelaskan santri sekarang ini memiliki orientasi yang lebih luas. Tidak hanya belajar tentang agama. Santri juga belajar tentang penggunaan teknologi, entrepreneur maupun lainnya. Perkembangan program-program pembelajaran digital juga telah tersedia banyak. Hal ini dapat memberikan wawasan bermedia sosial menggunakan teknologi dengan baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....