Tantangan Gen Z di Tengah Hustle Culture

  • 17 Okt 2025 13:15 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Generasi Z menghadapi tekanan unik di era hustle culture, di mana produktivitas tinggi dan pencapaian karier menjadi standar yang tampak wajib diikuti. Banyak anak muda yang menjalani pekerjaan utama sekaligus side hustle, namun di balik kesibukan itu tersimpan risiko stres dan burnout.

Psikolog Andi Cahyadi, M.Psi., menilai fenomena ini sebagai tantangan nyata bagi kesehatan mental anak muda. “Gen Z sering merasa harus selalu produktif, tampil sempurna di media sosial, dan mengejar berbagai proyek sekaligus. Tekanan ini bisa mengganggu kesejahteraan psikologis jika tidak dikelola dengan baik,” ujar Andi, Kamis (16/10/2025).

Menurut Andi, salah satu kunci mengatasi tekanan hustle culture adalah self-awareness. “Anak muda perlu memahami batas kemampuan diri, menyusun prioritas, dan tidak memaksakan diri mengikuti tren produktivitas orang lain,” jelasnya.

Selain itu, dukungan sosial dan komunikasi terbuka juga penting. “Berbagi pengalaman dengan teman atau mentor bisa membantu menurunkan tekanan dan memberi perspektif baru. Jangan menanggung semuanya sendiri,” tambah Andi.

Andi juga mengingatkan untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan, passion, dan waktu istirahat. “Hustle boleh, tapi jangan sampai mengorbankan kesehatan mental. Seimbangkan aktivitas dengan waktu untuk diri sendiri dan relaksasi.”

Fenomena hustle culture bagi Gen Z menekankan perlunya kesadaran diri dan manajemen hidup yang matang. “Produktif itu baik, tapi menjaga kesehatan mental jauh lebih penting. Tanpa keseimbangan, pencapaian yang diraih pun bisa terasa hampa,” pungkas Andi Cahyadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....