Muhammad Althaf Sultan, Cowok Robotik SMAN 2 Madiun

  • 15 Mei 2025 10:31 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa SMAN 2 Madiun. Muhammad Althaf Sultan berhasil meraih juara lomba mobile robotik dalam ajang LKS (Lomba Kompetensi Siswa) Dikmen Kota Madiun 2025. Bersama timnya, Althaf menciptakan robot transporter cerdas yang mampu memindahkan barang dan mengenali warna sesuai ketentuan lomba.

“Kita bikin robot untuk menyelesaikan tugas sesuai ketentuan lomba. Membuat robot transporter yang presisi, bisa bergerak, memindahkan barang dan mengidentifikasi sesuai warna station,” jelas Althaf saat sesi obrolan Sore Ceria PRO 2 RRI Madiun.

Robot bernama “Mbek” yang mereka rancang berukuran 25x20 cm, dilengkapi roda serta alat pencapit untuk mengambil dan memindahkan barang ke station yang sesuai. Dalam perlombaan ini, peserta ditantang untuk mendemonstrasikan kemampuan robot mulai dari tahap awal. Tim Althaf mengirimkan video demonstrasi lengkap, mulai dari presentasi spare part, durasi waktu, proses perakitan, hingga pengujian fungsi robot.

“Demo dari nol hingga robotnya jadi. Tentunya sampai tes robotnya,” tambahnya.

Althaf memerlukan waktu enam jam untuk merakit mulai dari nol. Tapi dia dan tim sudah melakukan persiapan agar waktu yang dibutuhkan untuk demo lebih efisien.

“Kita udah briefing dulu biar efisien ngerakitnya gimana. Udah ada gambaran robotnya gimana, fungsinya untuk apa, sensornya apa aja, otaknya apa, dan lain-lain,” ujarnya.

Penilaian lomba tidak hanya berdasarkan fungsi robot, tetapi juga pada detail, presisi, dan kreativitas dalam pemrograman. Dalam hal ini, Althaf menjelaskan bahwa otak dari robot menjadi penentu utama. Semua program dan komponen dikembangkan sendiri oleh tim.

“Yang ditentukan itu otaknya. Untuk spare part dan program itu dari kita sendiri. Jadi memang harus pintar memprogram robotnya. Kreativitas programming-nya yang dinilai,” jelasnya.

Althaf mengungkapkan bahwa proses pembuatan robot penuh tantangan. Trial dan error, kalibrasi, serta interaksi robot dengan lingkungan sekitarnya menjadi proses yang harus dilalui. Ia juga menekankan bahwa meskipun banyak template robotik tersedia di internet, tidak bisa langsung digunakan begitu saja tanpa modifikasi dan integrasi kode.

“Template robotic itu banyak sebenarnya. Tapi gimana caranya kita mengintegrasikan kode itu ke main board kita biar gak ada issue atau bug. Bug itu yang menyebabkan error,” ungkapnya.

Menariknya, ketertarikan Althaf pada dunia robotik baru dimulai kurang dari satu tahun terakhir. Awalnya, ia lebih tertarik pada pemrograman dan software. Dari sana, ia mulai menggabungkan minatnya dengan dunia hardware dan robotika.

“Sebenarnya gak langsung ke ranah robotiknya. Tapi lebih ke softwarenya. Aku lebih suka ke programming-nya dulu. Kemudian baru-baru ini mencoba mengintegrasikan software dengan hardware atau robotnya,” tutur Althaf.

Bagi Althaf, robotika adalah dunia yang bisa diakses oleh siapa saja, asal mau belajar. Dengan prestasinya ini, Muhammad Althaf Sultan tidak hanya mengharumkan nama SMAN 2 Madiun, tetapi juga membuktikan bahwa ketekunan dan kreativitas di bidang teknologi bisa membawa hasil luar biasa, bahkan dalam waktu singkat.

“Setiap orang bisa mempelajari robotik, karena robotik itu bisa dimulai dari hal-hal kecil atau sederhana,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....