SMAN 2 Madiun Bangkitkan Literasi Lewat Pembiasaan dan Proyek Karya Siswa

  • 03 Mei 2025 07:37 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: Budaya literasi di SMAN 2 Madiun bukan sekadar slogan, tapi sudah menjadi bagian dari rutinitas harian para siswa. Salah satu langkah konkret yang dilakukan sekolah ini adalah membiasakan kegiatan membaca sebelum pelajaran dimulai. Setiap pagi, siswa diberi waktu sekitar 15 hingga 30 menit untuk membaca buku pilihan mereka, yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi sederhana tentang isi buku tersebut.

“Biasanya setelah membaca, kami akan bahas bersama—buku ini tentang apa, dan kenapa menarik untuk dibaca. Jadi bukan hanya membaca, tapi juga belajar memahami dan menyampaikan isi bacaan,” ujar Vallen, Duta Literasi SMAN 2 Madiun, saat acara obrolan Sore Ceria PRO 2 RRI Madiun.

Vallen sendiri tak hanya menjadi contoh dalam kegiatan literasi, tapi juga menggagas berbagai proyek yang memperkuat budaya membaca dan menulis di lingkungan sekolah. Salah satu program utamanya adalah sosialisasi pentingnya literasi kepada seluruh siswa.

“Kami sebagai pelopor literasi punya tanggung jawab, bukan hanya membaca, tapi juga menciptakan karya,” jelasnya.

Di bawah kepeloporannya sebagai Duta Literasi, setiap kelas di SMAN 2 Madiun kini didorong untuk menghasilkan minimal satu karya buku. Buku-buku hasil karya siswa ini nantinya akan dipajang di perpustakaan sekolah dan menjadi bagian dari koleksi literasi SMAN 2 Madiun. Proyek ini diberi nama Smada Express, sebagai wadah penerbitan internal karya-karya siswa.

Lebih dari itu, Vallen bersama tim literasi juga aktif mencari penulis-penulis muda di sekolah yang sudah memiliki tulisan, tetapi belum tahu bagaimana melanjutkan atau mempublikasikannya.

“Tugas kami adalah menjembatani mereka, supaya tulisan mereka tidak hanya berhenti di buku catatan. Kami ingin tulisan itu bisa dibaca dan menjadi suara perubahan,” katanya.

Dengan pembiasaan membaca, diskusi rutin, dan program kreatif seperti Smada Express, SMAN 2 Madiun perlahan membentuk ekosistem literasi yang hidup dan berkembang.

“Semua dimulai dari satu buku, satu ide, dan satu semangat untuk berbagi,” tutup Vallen dengan penuh semangat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....