BPBD Kota Madiun Menggelar Edukasi Penanggulangan Bencana dan Animal Rescue

  • 05 Mar 2026 14:23 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Kota Madiun – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun menggelar sosialisasi dan edukasi penanggulangan bencana hidrometeorologi serta animal rescue (penyelamatan hewan).

Kegiatan ini diberlangsung di kantor Kecamatan Taman, pada Rabu (4/3/2026). Serta diikuti oleh sekitar 150 warga perwakilan dari seluruh Kelurahan di Kota Madiun, yang antusias mempelajari langkah-langkah mitigasi darurat tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk program rutin dari BPBD. “Jika sebelumnya edukasi lebih banyak menyasar internal petugas, kali ini sengaja melibatkan masyarakat secara langsung,” ucap dia.

Bagus menjelaskan, kegiatan ini digelar sebagai respons atas dinamika kondisi cuaca yang tidak menentu sekarang. “Sekarang banyak terjadi karena cuaca tidak menentu, hujan terus-menerus, sering banjir, masyarakat diedukasi bagaimana kalau di lingkungan menghadapi banjir,” ucap dia.

Selain itu edukasi animal rescue juga menjadi fokus penting. “Saat banjir, sering kali terjadi hewan berbahaya keluar, makanya di sini di edukasi bagaimana saat menghadapi kejadian itu terjadi, dan kemana harus melapor,” ucap dia.

Dalam sesi animal rescue, Muhammad Surawi dari Komunitas Bolo Reptil Madiun (BREM) yang hadir sebagai narasumber memaparkan, perbedaan antara ular berbisa dan tidak berbisa. Dia juga menjelaskan peran penting ular dalam ekosistem alam.

Surawi pun menekankan, bahwa masyarakat tidak perlu selalu membasmi ular, melainkan harus menjaga keseimbangan populasi. “Kalau ada ular jangan dibunuh, karena memiliki peran penting sebagai pemburu tikus, yang membantu para petani,” ucap dia.

Surawi juga menyebutkan kecenderungan ular bertempat. “Seperti di tumpukan genteng, karena itu usahakan tumpukan genteng jangan dekat rumah. Kemudian ada di bawah pot bunga, juga kadang menjadi tempat bersembunyi ular, saat bunga di siram biasanya nanti akan keluar,” ujar dia.

Surawi juga membagikan tips, untuk mencegah masuknya ular ke rumah. Diantaranya rutin menjaga kebersihan lingkungan, dan memanfaatkan aroma menyengat, seperti pembersih lantai yang tidak disukai reptil itu.

Dengan upaya pencegahan ini, diharapkan dapat meminimalkan konflik antara manusia dan hewan liar.

Rekomendasi Berita