Dorong Digitalisasi Pembelajaran Wujudkan Kelas Interaktif Anak Sekolah

  • 31 Okt 2025 01:00 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat transformasi digital di satuan pendidikan. Salah satu langkah strategisnya adalah melalui program Digitalisasi Pembelajaran dan Kelas Interaktif yang menghadirkan teknologi pembelajaran modern di ruang kelas agar anak-anak dapat belajar lebih aktif, kolaboratif dan menyenangkan.

Program ini diluncurkan untuk menjawab tantangan zaman di mana kemampuan literasi digital menjadi bagian penting dari kecakapan abad ke-21. Dalam implementasinya, Kemendikdasmen mendistribusikan perangkat Interactive Flat Panel (IFP) ke ribuan sekolah dasar dan menengah di seluruh Indonesia sebagai media pembelajaran interaktif.

Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. Iwan Syahril menegaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar penyediaan alat, tetapi transformasi cara belajar. Anak-anak Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pembelajar aktif yang mampu memanfaatkan teknologi untuk berpikir kritis dan kreatif.

Digitalisasi pembelajaran juga bertujuan mempersempit kesenjangan kualitas antara sekolah di perkotaan dan daerah. Melalui konektivitas digital, siswa di daerah terpencil dapat mengakses materi dan praktik pembelajaran yang sama dengan di kota besar. Langkah nyata menuju pemerataan mutu pendidikan.

Program Digitalisasi Pembelajaran juga mengintegrasikan konten edukatif berbasis Merdeka Mengajar, Rumah Belajar, serta platform pembelajaran lain yang dikembangkan oleh Kemendikbudristek. Guru didorong untuk mengembangkan pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) dan memanfaatkan media interaktif untuk meningkatkan partisipasi siswa.

Sejumlah sekolah penerima program melaporkan peningkatan signifikan dalam keterlibatan siswa di kelas. Salah satu kepala sekolah di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah menyebut siswa kini lebih antusias mengikuti pelajaran karena materi disajikan secara visual dan interaktif.

Ke depan, Kemendikdasmen menargetkan perluasan digitalisasi ke lebih banyak satuan pendidikan di 38 provinsi, dengan dukungan anggaran dan kolaborasi dari pemerintah daerah serta mitra swasta.

Digitalisasi bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang masa depan anak-anak kita. Melalui kelas interaktif kita menyiapkan generasi yang tangguh, kreatif dan siap menghadapi tantangan dunia

Sumber: Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah (Kemendikdasmen)

Rekomendasi Berita