Pemberangkatan Jemaah Haji Resmi Berakhir, Jemaah Haji Magetan 548 Orang
- 22 Mei 2026 20:27 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Magetan - Tahapan pemberangkatan jemaah haji Indonesia tahun 2026 resmi berakhir seiring masuknya kloter terakhir Embarkasi Surabaya ke Asrama Haji Sukolilo, Kamis (21/5/2026). Dengan berakhirnya proses tersebut, jumlah jemaah haji asal Kabupaten Magetan dipastikan final sebanyak 548 orang.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Magetan, Ida Dwi Martini, mengatakan tidak ada lagi peluang penambahan jemaah cadangan karena seluruh kuota nasional telah ditutup.
“Per hari ini (Red: 22 Mei 2026) kloter terakhir sudah bertolak ke Tanah Suci dan sudah tidak ada open seat maupun cadangan naik status untuk kabupaten/kota di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Menurut Ida, kloter terakhir dari Embarkasi Surabaya yakni Kloter 116 berangkat menuju Tanah Suci 22 Mei 2026 melalui Bandara Juanda. Sementara untuk Kabupaten Magetan, pemberangkatan terakhir telah dilakukan lebih dulu melalui Kloter 63 pada 7 Mei lalu.
“Total 548 jemaah asal Magetan diberangkatkan secara bertahap dalam enam kelompok terbang. Rinciannya, Kloter 20 sebanyak 159 jemaah, Kloter 21 sebanyak 376 jemaah, Kloter 22 dua jemaah, Kloter 41 dua jemaah, Kloter 62 tiga jemaah, dan Kloter 63 dua jemaah. Termasuk petugas kloter yang turut mendampingi jemaah selama pelaksanaan ibadah haji,” papar Ida.
Pemberangkatan perdana jemaah haji Magetan dilakukan pada 26 April 2026 melalui Kloter 20 dan 21. Seluruh proses keberangkatan disebut berjalan lancar hingga kloter terakhir diberangkatkan.
Meski tahapan pemberangkatan telah selesai, Kemenhaj Magetan masih terus memantau kondisi kesehatan jemaah di Tanah Suci menjelang puncak ibadah haji. Secara umum, kondisi jemaah dilaporkan baik dan tetap dapat menjalankan rangkaian ibadah.
Namun demikian, satu jemaah asal Kecamatan Ngariboyo yang tergabung dalam Kloter 20 hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat gangguan saluran pernapasan pasca operasi.
Ida menjelaskan, apabila kondisi jemaah tersebut belum memungkinkan mengikuti wukuf di Arafah saat puncak Armuzna, maka pelaksanaan ibadahnya akan dibadalkan sesuai ketentuan.Sementara itu, dua jemaah lain dari Kloter 21 yang sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit di Madinah dan Makkah kini dilaporkan sudah pulih dan kembali bergabung bersama rombongan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....