Hari Terakhir Pemberangkatan Nasional, Jemaah Haji Magetan Final 548 Orang

  • 21 Mei 2026 15:06 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Magetan - Pemberangkatan jemaah calon haji Indonesia tahun 2026 resmi memasuki tahap akhir. Hari terakhir pemberangkatan Embarkasi Surabaya ditandai dengan masuknya Kloter 116 ke asrama haji Sukolilo sebelum diberangkatkan menuju Tanah Suci.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Magetan, Ida Dwi Martini, mengatakan Kloter 116 menjadi kloter pamungkas dari Jawa Timur dan dijadwalkan keluar dari Asrama Haji menuju Bandara Juanda pada 21 Mei pukul 23.00 WIB. Sementara Kabupaten Magetan terakhir berangkat pada kloter 63 lalu.

Sehingga ia memastikan tidak ada lagi jemaah haji tambahan dari bumi Ki Mageti. Sebelumnya seluruh calon jemaah haji dari tanah air masih ada kemungkinan naik status sebelum pemberangkatan akhir selama kuota masih tersedia.

Adapun total jemaah haji Kabupaten Magetan yang diberangkatkan tahun ini menurut Ida sebanyak 548 orang. Jumlah tersebut sudah final dan tidak ada lagi jemaah cadangan yang naik status.

“Sudah final. Per hari ini kloter terakhir sudah masuk asrama haji dan sudah tidak ada open seat maupun cadangan naik status untuk kabupaten/kota di seluruh Indonesia,” jelas Ida, Kamis (21/5/2026).

Ratusan jemaah haji Magetan tersebut diberangkatkan dalam enam kali, yakni Kloter 20 sebanyak 159 jemaah, Kloter 21 sebanyak 376 jemaah, Kloter 22 dua orang, Kloter 41 dua orang, Kloter 62 tiga orang, dan Kloter 63 dua orang. Selain itu terdapat empat petugas kloter yang mendampingi jemaah asal Magetan.

Keberangkatan pertama dilakukan pada 26 April 2026 kloter 20 dan 21 dan terakhir 7 Mei 2026 pada kloter 63.

Di tengah proses pemberangkatan yang telah selesai, Kemenhaj Magetan juga terus memantau kondisi kesehatan jemaah di Tanah Suci menjelang puncak ibadah haji. Secara umum, seluruh jemaah dalam kondisi baik dan dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan lancar.

Namun, terdapat satu jemaah asal Kecamatan Ngariboyo yang tergabung dalam Kloter 20 masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat gangguan saluran pernapasan pasca operasi.

Jika hingga pelaksanaan puncak haji atau Armuzna (Arafah, Muzdalifah dan Mina) kondisinya belum memungkinkan keluar dari rumah sakit, maka ibadahnya akan dibadalkan sesuai ketentuan.

"Jemaah atas nama Bapak Ahmad Suryani usia 61 tahun. Kondisi beliau belum memungkinkan dibawa ambulan untuk wukuf karena beberapa alat kesehatan yang harus terpasang di tubuh beliau," jelasnya.

Selain itu, beberapa jemaah yang sebelumnya sempat menjalani perawatan di rumah sakit di Madinah maupun Makkah dilaporkan sudah kembali sehat dan bergabung bersama rombongan kloter masing-masing.

"Sempat dirawat pak Teguh Wiyono dan pak Sumino dari kloter 21. Alhamdulillah semuanya sudah sehat. Mohon doanya semoga semua lancar dan kembali ke Tanah Air utuh," pungkas Ida.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....