Kemenhaj Ponorogo Imbau Jemaah Ikuti Gerakan Minum Oralit agar tidak Dehidrasi

  • 16 Mei 2026 19:21 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Ponorogo - Kementerian Haji (Kemenhaj) dan Umrah Ponorogo mengimbau jemaah haji memperbanyak konsumsi air mineral selama di tanah suci. Itu karena suhu disana mencapai 42 derajat celcius.

Kepala Kemenhaj dan Umrah Ponorogo, Marjuni mengatakan, saat ini 564 jemaah haji asal Bumi Reog yang tergabung dalam kloter SUB 19 dan 20 sudah berada di Makkah sejak sepekan lalu. Melalui grub whatsapp (WA), Marjuni terus mengingatkan para jemaah untuk memperbanyak air minum termasuk mengikuti saran petugas haji melalui gerakan minum oralit agar tidak dehidrasi.

"Informasi yang kami terima suhu di Makkah tertinggi 42 derajat celcius, suhu terendahnya 31 derajat celcius. Dari petugas kesehatan juga sudah mengimbau seluruh jemaah haji manakala ingin ke Masjidil Haram untuk menggunakan alat pelindung diri (APD) yang lengkap, kemudian sering minum air putih sekalipun tidak haus, lalu gerakan minum oralit," ujarnya, Sabtu (16/5/2026).

Ia juga meminta jemaah lansia maupun yang berisiko tinggi tidak memaksakan diri melaksanakan ibadah sunah selama di tanah suci. Jika ingin salat lima waktu berjamaah, sebaiknya di masjid hotel tempat menginap.

Itu bertujuan agar kesehatan para jemaah tetap terjaga di tengah suhu tanah suci yang sangat terik. Pada sisi lain, para jemaah juga diminta mempersiapkan diri mengikuti rangkaian puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna).

"Perhatian kami kepada yang risiko tinggi (risti) atau yang lansia. Untuk salat lima waktu berjamaah sebaiknya di masjid hotel, nah bagi yang muda jika ingin ke Masjidil Haram harap membawa APD lengkap," tambahnya.

Sementara itu hingga saat ini jemaah kloter Sub 20 seluruhnya dalam kondisi sehat. Sedangkan jemaah kloter 19, ada yang mengalami sakit ringan, kemungkinan karena kelelahan.

"Sampai saat ini belum ada laporan ke kami kabar jemaah haji kita yang dirawat di rumah sakit. Kalau pun ada yang sakit itu ringan, mungkin karena kecapekan karena terkadang mumpung di tanah suci mereka memaksimalkan ibadah yang sunah," tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....