Sebanyak 40 Persen Jemaah Alami Hipertensi, Kemenhaj Magetan Pastikan Aman
- 26 Apr 2026 16:33 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Magetan - Sebagian jemaah haji Kabupaten Magetan yang diberangkatkan ke Tanah Suci diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi. Berdasarkan data kesehatan, sekitar 40 persen jemaah masuk dalam kategori tersebut, namun seluruhnya tetap dinyatakan layak untuk menjalankan ibadah haji.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kabupaten Magetan, Ida Dwi Martini, menjelaskan bahwa seluruh jemaah telah melewati tahapan pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan. Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi jemaah secara umum masih dalam batas aman untuk perjalanan ibadah.
“Seluruh jemaah sudah melalui pemeriksaan kesehatan. Sekitar 40 persen memang memiliki riwayat hipertensi, tetapi semuanya dalam pengawasan tenaga kesehatan dan dinyatakan tetap aman untuk berangkat,” ujar Ida.
Ia menegaskan, jemaah dengan riwayat penyakit tersebut tetap mendapatkan pemantauan khusus selama proses pemberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan risiko kesehatan selama menjalankan rangkaian ibadah yang cukup padat.
Menurutnya, setiap kelompok terbang (kloter) juga telah dilengkapi dengan petugas pendamping lengkap, termasuk tenaga kesehatan yang siap memberikan layanan medis selama perjalanan.
“Di setiap kloter sudah kami siapkan pendamping, mulai dari pembimbing ibadah sampai tenaga kesehatan, agar jemaah bisa terlayani dengan baik,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan tenaga kesehatan menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas kondisi jemaah, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit seperti hipertensi, agar tetap dapat menjalankan ibadah dengan aman.
Selain itu, dari total awal 541 calon jemaah haji, dua orang dilaporkan meninggal dunia sebelum keberangkatan. Satu di antaranya telah digantikan oleh ahli waris, sehingga jumlah jemaah yang diberangkatkan menjadi 539 orang.
Kemenhaj Magetan memastikan seluruh proses pemberangkatan berjalan sesuai prosedur dengan pengawasan ketat, khususnya terhadap jemaah berisiko kesehatan, agar pelaksanaan ibadah haji dapat berlangsung lancar hingga kembali ke tanah air.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....