Lepas Keberangkatan, Ini Pesan Bupati Magetan Kepada Para Jemaah Haji
- 26 Apr 2026 16:05 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Magetan - Bupati Magetan Nanik Sumantri menyampaikan doa dan pesan kepada jemaah haji asal Kabupaten Magetan yang telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Ia berharap seluruh jemaah diberi keselamatan, kesehatan, serta kemudahan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji.
Dalam arahannya, Nanik menekankan pentingnya menjaga niat ibadah agar tetap ikhlas dan fokus selama menjalankan rukun haji. Ia mengingatkan bahwa kekhusyukan menjadi kunci utama dalam meraih haji yang mabrur.
“Semoga seluruh jemaah selalu diberikan kesehatan dan kekuatan. Luruskan niat, jaga keikhlasan, dan jalankan ibadah dengan penuh kekhusyukan,” ujar Nanik, Minggu (26/4/2026).
Bupati perempuan pertama di Magetan itu juga menyoroti pentingnya menjaga kondisi fisik selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, padatnya aktivitas ibadah menuntut stamina yang prima agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan baik.
“Kondisi kesehatan harus menjadi perhatian utama, karena ibadah haji sangat mengandalkan kekuatan fisik,” tambahnya.
Selain itu, Nanik mengajak seluruh jemaah untuk menjaga kebersamaan, saling membantu, dan memperkuat solidaritas antarjemaah. Ia menilai, sikap tersebut sangat dibutuhkan mengingat jemaah berasal dari latar belakang yang beragam.
Ia juga berpesan agar jemaah haji Indonesia senantiasa menjaga sikap dan perilaku yang mencerminkan citra positif bangsa di mata dunia.
“Kami berharap jemaah dapat menjaga kekompakan, saling membantu, serta tetap membawa nama baik Indonesia dengan sikap yang santun dan tertib,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia berharap seluruh jemaah haji Magetan dapat menjalankan ibadah dengan lancar sejak keberangkatan hingga kepulangan, serta meraih predikat haji yang mabrur.
Dalam kesempatan tersebut, Nanik menjelaskan bahwa jemaah haji Magetan terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter), yaitu kloter 20, 21, 22, dan 41. Ia meminta jemaah yang bergabung dengan daerah lain tetap mampu beradaptasi dan menjaga semangat kebersamaan.
“Yang tergabung dengan kloter daerah lain tetap semangat dan bisa menyesuaikan diri dengan baik,” katanya.
Berdasarkan data, kloter 21 merupakan jemaah murni asal Magetan sebanyak 380 orang beserta petugas kloter. Kloter 20 berisi 159 jemaah yang bergabung dengan jemaah dari Ponorogo, Sidoarjo, dan Kabupaten Madiun. Sementara tiga jemaah lainnya masuk kloter 22 bersama jemaah Kota Madiun, Kabupaten Ngawi, dan Kota Surabaya, serta dua jemaah tergabung dalam kloter 41 bersama berbagai daerah di Jawa Timur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....