Berangkatkan Jemaah Haji Bupati Nanik Minta Jemaah Haji Jaga Kekompakan

  • 26 Apr 2026 14:09 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Magetan - Bupati Magetan Nanik Sumantri menyampaikan doa dan pesan kepada jemaah haji Kabupaten Magetan yang telah diberangkatkan menuju Tanah Suci. Ia berharap seluruh jemaah diberikan kesehatan, kelancaran, serta kemudahan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji.

Dalam pesannya, Nanik menegaskan pentingnya menjaga niat yang lurus dalam beribadah. Menurutnya, pelaksanaan ibadah haji harus dilandasi keikhlasan agar setiap rukun, wajib, dan sunnah dapat dijalankan dengan baik.

“Semoga seluruh jemaah selalu dalam keadaan sehat dan kuat, sehingga bisa melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji dengan sempurna. Yang paling utama adalah menjaga niat dan keikhlasan dalam beribadah,” ujar Nanik, Minggu (26/4/2026).

Bupati perempuan pertama di Magetan itu juga mengingatkan jemaah agar senantiasa menjaga kondisi kesehatan selama berada di Tanah Suci. Ia menekankan bahwa stamina fisik menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang kelancaran ibadah.

“Kesehatan harus benar-benar dijaga, karena ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang prima,” tambahnya.

Selain itu, ia mengajak jemaah untuk menjaga kekompakan, saling membantu, dan memperkuat rasa kebersamaan selama menjalankan ibadah. Hal tersebut dinilai penting mengingat kondisi di Tanah Suci yang melibatkan jutaan jemaah dari berbagai negara.

Nanik juga mengingatkan agar jemaah haji Indonesia tetap menjaga citra bangsa dengan menunjukkan sikap yang santun dan tertib selama berada di luar negeri.

“Kami berharap jemaah bisa menjaga kebersamaan, saling membantu, serta menjaga nama baik Indonesia yang dikenal ramah dan santun,” tegasnya.

Ia turut berharap seluruh jemaah haji asal Magetan dapat menunaikan ibadah dengan lancar sejak keberangkatan hingga kepulangan, serta meraih predikat haji yang mabrur.

Dalam kesempatan tersebut, Nanik juga menyampaikan bahwa jemaah haji asal Magetan terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter), yakni kloter 20, 21, 22, dan 41. Ia meminta jemaah yang bergabung dengan daerah lain tetap mampu beradaptasi dan menjaga semangat kebersamaan.

“Yang bergabung dengan daerah lain jangan berkecil hati, tetap menyesuaikan diri dan menjaga kekompakan,” ucapnya.

Berdasarkan data, kloter 21 merupakan jemaah murni asal Magetan sebanyak 380 orang beserta petugas kloter. Kloter 20 berjumlah 159 jemaah yang bergabung dengan jemaah dari Ponorogo, Sidoarjo, dan Kabupaten Madiun. Sementara itu, tiga jemaah tergabung dalam kloter 22 bersama jemaah dari Kota Madiun, Kabupaten Ngawi, dan Kota Surabaya, serta dua jemaah lainnya masuk kloter 41 bersama jemaah dari berbagai daerah di Jawa Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....