Jemaah Calon Haji Magetan Antar Koper dengan Beragam Penanda
- 14 Mei 2025 20:12 WIB
- Madiun
KBRN, Magetan: Menjelang keberangkatan ke Tanah Suci, para jamaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Magetan Jawa Timur mulai menyerahkan koper mereka ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat pada Rabu (14/5/2025).
Penyerahan koper ini menjadi bagian dari proses keberangkatan Kloter 51 yang dijadwalkan bertolak ke Asrama Haji Embarkasi Sukolilo Surabaya (AHES) pada 16 Mei, sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi pada 17 Mei 2025.
Berbagai penanda digunakan oleh jemaah untuk membedakan koper masing-masing, mulai dari pita warna-warni, kain polos,bonek hingga label identitas tambahan.
Subiniwati, salah satu jemaah asal kelurahan Selosari, Jalan Mulawarman, Magetan, memilih menggunakan pita berwarna mencolok agar kopernya mudah dikenali.
“Tidak ada tanda yang aneh-aneh, namun saya pakai pita yang lumayan mencolok. Insya Allah cukup untuk menandai dan tidak bingung,” tuturnya.
Wanita berusia 73 tahun tersebut telah menunggu selama 13 tahun sejak mendaftar haji pada tahun 2012. Dalam usia lanjutnya, ia tetap menunjukkan kesiapan dan semangat tinggi untuk menunaikan rukun Islam kelima.
“Persiapan khusus untuk saya terutama dari sisi kesehatan. Saya rutin cek tensi dan mengonsumsi obat tekanan darah, ampodipine,” ujarnya.
Ibu Subiniwati mengungkapkan bahwa ia seharusnya berangkat bersama suaminya yang telah lebih dahulu wafat dua tahun lalu.
“Saya dan suami mendaftar bersama. Namun beliau meninggal dua tahun lalu. Kini saya akan berangkat ditemani putri saya,” tambahnya.
Penyerahan koper oleh para jamaah berlangsung tertib. Selain menjadi bagian dari proses administrasi, momen ini juga menjadi penanda dimulainya perjalanan spiritual rukun Islam ke-5 para jemaah.
Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Magetan Taufiqurrohman mengatakan beberapa ketentuan yang ditekankan antara lain barang bawaan jemaah antara lain larangan membawa senjata tajam, benda yang mudah menimbulkan api seperti korek api, serta cairan di atas 100 ml.
“Misalkan ada obat batuk, itu maksimal 100 ml. Kemudian untuk beratnya maksimal 31 kg,” tegasnya.
Iapun mengapresiasi ketertiban jemaah haji Magetan tahun ini terutama terkait pemahaman jamaah mengenai aturan barang bawaan dalam koper.
“Alhamdulillah, jamaah di Kabupaten Magetan ini sudah memahami, sudah mengerti mana-mana yang diperbolehkan dan mana-mana yang dilarang untuk dibawa dalam koper,” lanjutnya.
Penanda koper pun diimbau tetap wajar dan tidak berlebihan. Jika sebelumnya ada jamaah yang memberi penanda ekstrem seperti bola atau panci, tahun ini mayoritas hanya menggunakan pita atau kain berwarna.
“Dulu ada yang dikasih penanda bola, sepatu cucunya, panci, sandal, dan sebagainya. Tapi tahun ini relatif aman,” tambahnya.
Berdasarkan data Kemenag, jumlah jemaah calon haji asal Kabupaten Magetan tahun ini sebanyak 429 orang.
Jemaah yang sebelumnya terbagi dalam 9 rombongan dan 1 rombongan tambahan, semula dijadwalkan berangkat dalam dua kloter: Kloter 51 dan Kloter 52, pada tanggal 16 Mei 2025 namun skema itu berubah.
Jemaah Haji Magetan akan diberangkatkan dalam gelombang dengan keberangkatan pertama dari Pendopo Surya Graha pada Jumat (16/5/2025) Kloter 51 terdiri dari 344 jemaah.
“Kebijakan baru dari otoritas Saudi mewajibkan satu kloter terdiri dari satu syarikah, sehingga skema pemberangkatan pun harus disesuaikan,” pungkas Taufiq.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....