Misringah, Berangkat Haji dari Uang Hasil Buruh Tani
- 06 Mei 2025 10:14 WIB
- Madiun
KBRN, Ponorogo: Ada yang menarik dari salah satu jemaah calon haji asal Ponorogo. Misringah (90), warga Desa Gandukepuh, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo tidak hanya menjadi haji tertua di Bumi Reog, melainkan kegigihannya untuk menunaikan ibadah haji bisa menjadi teladan bagi sesama.
Anak bungsu Misringah, Mujiati bersyukur, tak butuh waktu lama bagi ibunya untuk menunaikan rukun islam kelima itu. Di saat jemaah lain menanti keberangkatan hingga 13 tahun lamanya, namun Misringah hanya mengantre lima tahun usai melakukan pendaftaran di tahun 2019 lalu.
“Alhamdulillah ibu saya daftar di tahun 2019, berangkat hajinya tahun ini,” katanya, Selasa (6/5/2025).
Adapun uang yang digunakan untuk ongkos naik haji, bukan berasal dari ketujuh anaknya, tetapi hasil tabungannya saat menjadi buruh tani sejak 1960 silam. Tak hanya dari hasil buruh tani, melainkan juga dari berdagang kecil-kecilan yang dititipkan di warung hingga uang hasil penjualan asam Jawa yang jatuh di pekarangan rumahnya.
Uang yang berhasil dikumpulkan bukan disimpan di bank, melainkan dibelikan emas perhiasan berupa peniti, cincin, gelang hingga terkumpul sekitar 45 gram. Perhiasan itu selanjutnya dijual untuk biaya keberangkatannya ke tanah suci.
“Ibu itu dulu memang kerja jadi buruh tani, ibu juga punya tanaman asam Jawa di pekarangan rumah, setiap hari asam-asam yang jatuh itu dikumpulkan lalu dijual kan jadi uang. Uangnya itu digunakan untuk beli emas perhiasan, kemudian anak-anaknya bertanya, purun daftar haji? Dijawab purun (mau.red), akhirnya perhiasannya itu dijual, selang seminggu itu langsung daftar, ya tahun 2019,” ungkapnya.
Mujiati pun awalnya tak mengetahui jika ibunya menyimpan banyak perhiasan di rumah. Ketika menginjak usia dewasa, ia baru menyadari jika ibunya memiliki simpanan perhiasan untuk digunakan sebagai biaya haji ke tanah suci.
“Sudah dewasa ini baru dikasih tahu ibu, kalau beliau punya simpanan emas perhiasan,” sebutnya.
Seperti diketahui, Misringah memiliki anak 7, kemudian 25 cucu, 17 buyut dan 1 canggah. Meski berjalan tak lagi tegap, tubuhnya membungkuk, langkahnya pun lambat, namun tidak menyurutkan semangatnya untuk menjadi tamu Allah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....