Harga Daging Ayam Ras Picu Inflasi Kota Madiun

  • 04 Okt 2025 12:47 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: Kota Madiun mengalami inflasi pada Bulan September 2025. Inflasi didorong oleh naiknya harga daging ayam ras, cabai rawit, harga emas atau perhiasan dan beberapa komoditas lainnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun Abdul Azis merinci, secara bulanan atau September 2025 terhadap Agustus 2025, Kota Madiun mengalami inflasi sebesar 0,03 persen.

“Untuk inflasi kalender, atau dari Januari hingga September 2025, sebesar 1,43 persen,” ujar dia. Sedangkan inflasi tahun ke tahun atau year on year (YoY) pada September 2025 terhadap September 2024 sebesar 2,37 persen.

Azis menyebut, inflasi yang terjadi secara bulanan ini, didorong oleh terjadinya kenaikan harga pada kelompok pengeluaran. “Khususnya pada perawatan pribadi dan jasa lainnya, yang mengalami inflasi 0,67 persen dan memiliki andil inflasi 0,03 persen,” ucap dia.

Kemudian, diikuti kelompok pengeluaran pendidikan, mengalami inflasi 0,40 persen dan memiliki andil inflasi 0,02 persen.

Azis menyebut, untuk komoditas yang mendorong inflasi pada September, adalah kenaikan harga daging ayam ras yang mengalami inflasi sebesar 10,82 persen dan memiliki andil inflasi 0,13 persen.

“Diikuti harga emas dan perhiasan inflasi 5,38 persen dan memiliki andil inflasi 0,03 persen,” ucap dia. Cabai Rawit inflasi 7,22 persen dan memiliki andil 0,2 persen, dan tarif akademi atau perguruan tinggi inflasi 1,25 persen dan memiliki andil inflasi 0,2 persen. Serta komoditas cabai merah, apel dan beberapa lainnya.

Azis mengatakan, untuk tahun ke tahun, inflasi pada September 2025 ini lebih kecil dibandingkan dua tahun sebelumnya. Dimana pada September 2023 inflasi sebesar 2,16 persen, sedangkan September 2024 inflasi sebesar 1,22 persen.

Menurut dia, ada beberapa komoditas yang menekan inflasi, atau mengalami penurunan harga pada September 2025 ini. “Diantaranya, adalah harga bawang merah yang turun 24,83 persen, yang memberikan sumbangan inflasi (minus) -0,15 persen,” ujar dia.

Diikuti tomat yang harganya turun 27,14 persen dan memiliki inflasi (minus) -0,03 persen, dan beberapa komoditas lainnya.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....