Permintaan Tinggi Jadi Tantangan Pemberantasan Narkoba

  • 16 Agt 2026 14:11 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Tingginya permintaan menjadi salah satu faktor yang membuat peredaran narkoba masih terus terjadi di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Merdeka Madiun, Samsu Anhari Faujianto, S.E., M.M., saat membahas fenomena narkoba dari sudut pandang ekonomi bersama Pro 2 RRI Madiun, 13 Agustus 2026.

Menurutnya, mekanisme permintaan dan penawaran merupakan konsep dasar dalam ilmu ekonomi. Fenomena tersebut juga terlihat dalam bisnis narkoba meskipun aktivitas tersebut termasuk kategori ilegal.

Samsu menjelaskan bahwa selama masih ada pihak yang mencari dan menggunakan narkoba, jaringan pemasok akan terus berupaya memenuhi kebutuhan tersebut. Karena itu, upaya pemberantasan tidak cukup hanya dilakukan dari sisi penawaran, tetapi juga harus menekan permintaan.

“Dalam ekonomi ada permintaan dan penawaran. Selama permintaan masih ada, tentu akan muncul pihak yang berusaha menyediakan barang tersebut meskipun melanggar hukum,” jelasnya.

Ia menilai pengawasan yang konsisten dan kebijakan yang tepat menjadi kunci untuk mengurangi peredaran narkoba. Selain aparat penegak hukum, masyarakat juga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas narkoba.

Menurut Samsu, penyalahgunaan narkoba dapat terjadi pada berbagai lapisan masyarakat. Faktor lingkungan sering kali menjadi pemicu seseorang terjerumus, sehingga penguatan edukasi dan pengawasan sosial perlu terus dilakukan.

“Jangan sampai generasi muda kita dirusak oleh narkoba. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh masyarakat,” tegasnya.

Samsu berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba terus meningkat. Dengan menekan permintaan dan memperkuat pengawasan, dampak buruk narkoba terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan masa depan generasi muda dapat diminimalkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....